BBM Dexlite Bakal Rebut 10 Persen Pasar Solar

1610
Pesona Indonesia
Seorang wanita cantik mengisi BBM ke kendaraan roda empat. Foto: jpgrup/rpg
Seorang wanita cantik mengisi BBM ke kendaraan roda empat. Foto: jpgrup/rpg

batampos.co.id – Bahan bakar baru untuk mesin diesel, yaitu dexlite dipastikan muncul bulan ini.

PT Pertamina (Persero) selaku pemilik produk menyebut seluruh persiapan sudah beres.

Nanti, dexlite diharapkan bisa menggeser pembeli solar ke produk yang lebih bagus itu. Layaknya premium ke pertalite.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, produk dengan cetane 51 itu sudah siap diedarkan. Tinggal mencari momen yang tepat saja, kapan produk itu mulai ada di SPBU.

’’Tinggal atur waktu untuk launching saja. Semua sudah beres,’’ jelasnya, Sabtu (9/4/2016).

Meski demikian, direksi yang akrab disapa Abe itu masih menutup rapat-rapat kapan pastinya dexlite diluncurkan. Termasuk, kota mana yang akan mendapat kesempatan pertama untuk mencicipi bahan bakar itu. Dia hanya mengatakan kalau saat ini pihaknya masih mencari tanggal yang pas.

Terkait penetrasi ke pasar, dexlite memang disiapkan seperti pertalite. Untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin bahan bakar lebih baik, tapi dengan harga terjangkau. Seperti diketahui, solar memiliki cetane 48 sehingga tidak cocok untuk mobil-mobil diesel keluaran baru.

Lebih lanjut Abe menjelaskan, secara perlahan pengguna solar diharapkan bisa berpindah ke dexlite. Berdasar data Ditjen Migas Kementerian ESDM, pengguna solar Pertamina untuk triwulan pertama 2016 menembus 2,9 juta kilo liter (KL). Pertalite sendiri, pada tahun pertama kemunculan di 2015 berhasil merebut 15 persen pengguna premium.

Karakteristik pengguna yang berbeda membuat Pertamina tidak mematok tinggi untuk konsumsi dexlite di tahun ini. Tapi, dia optimistis dexlite bisa diterima masyarakat karena memiliki kulitas yang jauh lebih bagus dari solar.

’’Tidak sebesar itu (pertalite, Red), paling antara 5-10 persen,’’ tuturnya.

Terpisah, VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro juga belum bisa memastikan lokasi penjualan tahap awal. Apakah sama dengan pertalite yang dijual terlebih dahulu di Jakarta atau tidak. Dia menyebut masih dilakukan pemetaan di mana wilayah yang tepat untuk meluncurkan produk baru itu.

Wianda lantas memberikan kata kunci adanya demand sebagai lokasi uji pasar. Dia juga mengatakan kalau pertalite dulu sebenarnya bukan menyasar kota besar.

’’Tapi, ada sekelompok konsumen yang ingin membeli BBM dengan kualitas di atas RON 88 tapi harga di bawah pertamax,’’ urainya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dexlite dikeluarkan juga untuk memenuhi konsumen itu. Apalagi, saat ini banyak kendaraan baru yang memilih diesel sebagai penggerak. Menggunakan solar biasa tentu bukan pilihan bijak untuk mesin keluaran baru.

’’Mobil di Eropa, yang terbaru banyak pakai diesel. Kami mengantisipasi tren itu di Indonesia,’’ jelasnya.

Dia menambahkan, kalau keberadaan solar bukan domain Pertamina jadi dexlite tidak akan menghilangkannya. Sebab, ada aturan dari pemerintah yang membuatnya harus tetap didistribusikan ke masyarakat.

’’Tidak perlu khawatir, tidak ada jenis BBM lain yang dihilangkan. Itu hanya jadi pembeda, seperti pertalite,’’ tegasnya. (dim/jpg)

Respon Anda?

komentar