Diduga Lecehkan Lambang Negara, Bareskrim Periksa Staf Teten Masduki

951
Pesona Indonesia
Teten Masduki saat diambil sumpahnya sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Foto: tempo
Teten Masduki saat diambil sumpahnya sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Foto: tempo

batampos.co.id — Dugaan pelecehan lambang negara kembali terjadi. Kali ini tak jauh-jauh, dari lingkaran kepresidenan, yakni Kepala Staf  Kepresidenan Teten Masduki.

Hingga saat ini, Bareskrim telah memeriksa empat orang saksi, dua diantaranya merupakan staf  Teten.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Agus Rianto menjelaskan, dua orang staf itu diperiksa untuk mendalami kasus tersebut. Tentunya, harus dipastikan apakah benar ada pelecehan lambang negara. ”Ya, kami masih meminta keterangan saja,” paparnya.

Lalu, ada dua orang saksi yang juga diperiksa. Kedua orang saksi ini dari pihak pelapor. Tentunya, yang melihat soal pelecehan lambang negara tersebut. ”Nanti pasti ada perkembangannya,” jelasnya.

Apakah ada kemungkinan memanggil Teten? Dia menerangkan bahwa saat ini masih dalam tahap awal penyelidikan. Ada tahapan yang harus ditempuh.

”Kita lihat kedepannya seperti apa,” ujar jenderal berbintang satu tersebut.

Yang utama, saat ini penyidik Bareskrim sedang mempertimbangkan mencari saksi ahli. Saksi ahli ini yang akan menguatkan apakah ada pelecehan atau tidak.

”Semua bergantung pada penyidik,” terangnya.

Dia menjelaskan bahwa selama ini masih berupa dugaan penyalahgunaan lambang negara. Namun, semua itu tentunya perlu diperkuat dengan bukti.

”Kalau nanti tidak ada itu, tentu apakah ditindaklanjuti atau tidak ya penyidik yang menentukan,” paparnya.

Teten dilaporkan seorang pengacara bernama Mardiansyah karena memakai kaos yang bergambar garuda. Namun, desainnya justru dianggap tidak mirip garuda, melainkan burung hantu.

”Ini mengolok-olok lambang negara,” tutur Mardiansyah.

Apalagi, Teten merupakan pejabat negara yang mendapatkan fasilitas dari negera. Seharusnya, pejabat memberikan tauladan pada masyarakat.

”Bukannya berbuat yang seperti ini, malahan ini dibiayai negara,” jelasnya. (idr/jawapos)

Respon Anda?

komentar