Ini Jenderal Bintang Tiga Pemburu Teroris

1079
Pesona Indonesia
Kepala BNNPT Tito Karnavian, saat masih bintang dua. Mulai 12 April 2016 mendatang resmi jenderal bintang tiga. Foto: rmol
Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian, saat masih bintang dua. Mulai 12 April 2016 mendatang resmi jenderal bintang tiga. Foto: rmol

batampos.co.id – Polri kembali menaikkan pangkat 20 perwira tinggi Korps Bhayangkara.

Salah satunya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) Tito Karnavian yang sebelumnya berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau berpangkat jenderal berbintang tiga.

Kenaikan pangkat tersebut tertuang dalam telegram rahasia (TR) nomor STR/238/IV tertanggal 8 April 2016.

Selain Tito sang pemburu teroris, ada 19 jenderal yang juga naik satu tingkat, untuk Brigjen yang naik pangkat menjadi Irjen diantaranya, Daud Sihombing, Herbert Parulian Sitohang, Gatot Subiaktoro, Dolly Bambang Hermawan, Arman Depari (mantan Kapolda Kepri), dan Carlo Brix Tewu.

Lalu, ada juga yang berpangkat Kombes naik menjadi Brigjen, diantaranya Djoko Turohman, Eddy Hartono, Budi Susilo, Edison Hatorangan Isak Robinson Sampe, Johan Angello, Fachrudin, Mulyana, Martuani Sormin, Rachmat Mulyana, Andap Budhi, Rokhmat Sunanto dan Fatkhur Rahman.

Rencananya, pelaksanaan kenaikan pangkat itu akan dilakukan pada Selasa depan (12/4/2016). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Agus Rianto membenarkan adanya kenaikan pangkat untuk 20 jenderal tersebut. ”Ya, Selasa digelar acara resminya,” tuturnya.

Menurutnya, kenaikan pangkat itu memang sudah waktunya, semua anggota Polri tentu memiliki karirnya. ”Ya, Ini bagian dari penghargaan Polri pada setiap anggotanya,” ujar jenderal berbintang satu tersebut.

Ditengah kenaikan pangkat ini, sebenarnya masih ada pekerjaan rumah untuk Polri. Yakni, mengisi posisi Kapolda Sulawesi Selatan yang ditinggalkan Irjen Pudji Hartanto menjadi Dirjen Perhubungan Darat.

”Sampai sekarang memang belum ada penggantinya,” tuturnya.

Namun, tentunya kekosongan ini akan menjadi pembahasan utama. Sebab, posisinya yang ditinggalkan itu strategis.

”Irjen Pudji sudah dilantik jadi Dirjen, tapi belum juga ada pergantian jabatan. Memang tidak mungkin untuk mengemban dua tugas sekaligus,” jelasnya.

Walau begitu, sebenarnya ada posisi Wakapolda yang dalam tugas keseharian bisa menggantikan Kapolda.

”Ya, tetap lebih efektif bila ada Kapoldanya. Sebab, kapasitas Wakapolda itu memiliki batasan-batasan tertentu,” papar mantan Kabagpenum Divhumas Polri tersebut.

Dia menuturkan, kekosongan posisi Kapolda itu tentu akan mempengaruhi aspek pelayanan terhadap masyarakat. Sebab, keputusan tetap harus ditangan kapolda, walau saat ini masih rangkap jabatan.

”Ya, dari Kementerian kan tetap bisa membuat keputusan,” ujarnya.

Agus berharap secepatnya kekosongan posisi Kapolda terserbut bsia segera terisi. Sehingga, pelayanan pada masyarakat Sulsel bisa tetap prima.

”Secepatnya bisa digantikan posisinya,” terangnya. (idr/jpgrup)

Respon Anda?

komentar