Ketika Mama Mertua Merasa Tersaingi Kecantikannya oleh Anak Mantu

2803
Pesona Indonesia

menantu cantik

batampos.co.id – Selama lebih 10 tahun, Sephia, 57, merasa hidupnya tersiksa. Sejak anak pertamanya menikah dengan istrinya, Sephia sudah tidak pernah dianggap lagi oleh suami dan anak pertamanya lagi.

“Dulu setiap kali bersolek, saya tanya sama suami dan anak. Mama cantik ndak? Mereka jawabnya pasti cantik. Tapi, kalau sekarang ditanya. Jawabannya singkat, “Wis tuek ma gak usah kakean gaya (sudah tua Ma tidak usah banyak gaya, Red),” kata Sephia dengan wajah merengut.

Karena suami dan ketiga anaknya tidak mau bilang cantik, Sephia diam saja. Sephia sebenarnya ingin sanjungan dari ketiga anaknya seperti saat mereka masih single.

Meski kadang ada yang bilang ‘biasa saja’, Sephia masih bangga. Sebab,Sephia sudah menghabiskan puluhan juta untuk perawatan tubuh dan aerobik.

Dengan bodi dan wajah yang masih muda dan ayu, keempat anaknya juga punya selera tinggi.

“Keturunan saya memang bagus-bagus. Anak saya lho ganteng-ganteng,” jelas wanita asal Sukolilo tersebut.

Maka tak heran, bila mantu dan pacar anak-anaknya wanita berparas cantik-cantik. Karena berasal dari keluarga berada, keempat anak Sephia juga tergolong mapan.

Anak pertama jadi dokter, kedua dan ketiga jadi dosen. Si bungsu sudah menikah dan kini melanjutkan studi di Australia.

“Suami saya usaha emas dan minyak di Kalimantan Utara,” jelas Sephia.

Dengan uang yang cukup, Sephia mengaku menghabiskan Rp 5 juta untuk sekali perawatan. Biasanya tiga kali perawatan dalam sebulan.

“Kecantikan ya untuk suami dan anaklah. Emang buat siapa lagi,” jelas dia.

Merasa ratu di rumah, Sephia pun mengaku tidak mau ada tandingan di rumahnya. Dia merasa sehari butuh pujian dan sanjungan dari keempat anaknya.

Sayangnya, keempat anak dan suaminya sudah tak lagi menyanjungnya. Apalagi, Donwori, suaminya yang hanya marah dan mengejek gaya Sephia yang sok muda.

Karena tak mendapat sanjungan itulah. Sephia mengaku sering marah kepada suami dan keempat anaknya. Bahkan, dia juga membenci dan suka marah kepada mantu-mantunya.

Akibatnya, anak dan mantunya tidak mau menyambanginya lagi. “Hidup serasa sendiri. Saya ingin menggugat cerai suami,” kata Sephia yang masih konsultasi dengan salah satu pengacara soal gugatan cerainya.

Namun, beberapa pengacara dan pengunjung Pengadilan Agama Klas 1 A Surabaya melarang untuk bercerai. Beberapa pengunjung menyarankan Sephia pergi ke dukun supaya keempat anak dan suaminya mau menyanjungnya lagi.

“Dicoba dulu. Pokoknya anak-anak dan suami harus memuji kecantikan saya tiap hari,” pungkas dia. (*/no)

Respon Anda?

komentar