Rudal Korea Utara Bisa Jangkau Amerika dan Sekutunya

2838
Pesona Indonesia
Korea Utara kini memiliki rudal balistik berhululudak nuklir yang mampu menjangkau Amerika dan negara yang bersekutu melawan Korut. Foto: reuters
Korea Utara kini memiliki rudal balistik berhululudak nuklir yang mampu menjangkau Amerika dan negara yang bersekutu melawan Korut. Foto: reuters

batampos.co.id – Sangksi ekonomi yang diberikan PBB dan Amerika Serikat, tak membuat Korea Utara berhenti memperkuat persenjataanya. Korea Utara bahkan mengklaim persenjataanya kini mampu menjangkau semua Amerika dan negara-negara yang memusuhi Korut.

Sabtu (9/4/2016), Korea Utara kembali pamer kekuatan persenjataan dan nuklirnya. Negeri yang dipimpin Kim Jong-un itu telah berhasil menguji coba mesin peluncur roket yang dirancang khusus untuk dipasang di rudal balistik lintas benua (ICBM).

Pyongyang menyebut mesin itu sebagai jaminan keberhasilan serangan nuklir Korut ke Benua Amerika.

”Uji coba bawah tanah itu diperintahkan dan diawasi langsung oleh Pemimpin Kim Jong-un,” terang kantor berita KCNA.

Dalam uji coba tersebut, mesin yang bertugas mendorong rudal itu mampu beroperasi maksimal. Menurut KCNA, mesin tersebut memunculkan percikan api yang besar dan suara kuat.

Pyongyang lantas memaklumatkan uji coba di Sohae Space Center itu sebagai sebuah keberhasilan besar.

”Sukses besar ini menjadi jaminan untuk melancarkan serangan nuklir ke Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain yang me¬≠musuhi Korut,” papar Kim setelah uji coba tersebut.

Mesin itu, lanjut pemimpin 33 tahun tersebut, akan membuat rudal balistik lintas benua Korut lebih mantap mengusung hulu ledak nuklir. Kini dia boleh merasa lega karena Korut sudah memiliki senjata yang bisa menghancurkan AS dan sekutunya.

”Kini musuh-musuh kami sudah berada dalam jangkauan,” ujar putra bungsu mendiang Kim Jong-il tersebut.

Sejak Januari, Pyongyang melakukan serangkaian uji coba senjata nuklir. Mulai rudal balistik sampai hulu ledak nuklir berukuran mini. (AFP/Reuters/BBC/hep/c15/ttg/flo/jpnn)

Respon Anda?

komentar