Pakai Obat Bius Jenis Ini, 3 Pasien RS Mitra Husada Tewas

1523
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id –Tiga pasien Rumah Sakit Mitra Husada Kabupaten Pringsewu meregang nyawa setelah disuntik obat bius Bupivacaine Spinal sebelum operasi.

Tiga pasien yang meninggal dunia di RS Mitra Husada itu, adalah Suripto, 67.  Ia menjalani operasi tumor pada betis kiri, Senin (4/4/2016) pukul 16.30 WIB. Ia meninggal pukul 23.20 WIB.

Selanjutnya, Devi Franita, 30, proses melahirkan (caesarean) yang dioperasi Senin (4/4/2016) pukul 22.00 WIB kemudian meninggal dunia Selasa (5/4/2016) sekitar pukul 02.00 WIB

Lalu, Reyhan Mahardika, 16, operasi Varicocel Bilateral, pelaksanaan operasi pukul 15.30 WIB dan meninggal dunia pukul 03.35 WIB.

Kepolisian Daerah Lampung memastikan kematian
tiga pasien di Rumah Sakit Mitra Husada Kabupaten Pringsewu akibat penggunaan Bupivacaine Spinal yang diberikan saat pembiusan sebelum proses operasi kepada pasien bersangkutan.

“Ketiga pasien ini diberikan pembiusan spinal pada tulang punggung oleh dr Edi Pramono dan asisten dokter Mustova sebelum operasi berlangsung,” kata Kepala Bidang Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih.

Keterangan itu merupakan hasil pemeriksaan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung yang secara maraton melakukan pengecekan atau penyelidikan di lokasi kejadian tersebut.

Sebanyak 10 ampul masih tersisa lima ampul Bupivacaine dalam satu boks, sehingga masih ada dua lagi yang telah dipergunakan kepada pasien.

“Mudah-mudahan yang dua itu tidak akan menjadi persoalan, sehingga menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan lagi,” kata dia.

Terkait jenis obat bius Bupivacaine Spinal, Sulistyaningsih menyebutkan, obat bius itu merupakan obat yang diproduksi oleh Bernofarm, dan masih akan didalami serta dikoordinasikan kepada pihak Balai POM dan IDI terkait keberadaannya.

Ia melanjutkan, dari hasil pemeriksaan tersebut pihaknya akan segera melakukan gelar perkara serta pembuatan laporan perkara.

“Apabila memenuhi unsur pidana, maka kami akan melakukan pemeriksaan terhadap dokter anastesi yang melakukan operasi pada Senin 4 April lalu,” kata dia.

Pihaknya juga akan melakukan pengecekan ke Balai POM terkait obat tersebut serta mengkoordinasikan dengan IDI terkait standar operasional prosedur (SOP) berjalan tindakan operasi di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.

Berkaitan kasus itu, Kementerian Kesehatan membenarkan beredar imbauan untuk menghentikan sementara penggunaan salah satu produk injeksi obat bius tersebut. Penyelidikan tengah dilakukan terkait kematian pasien yang diduga karena obat tersebut.

“Terkait berita meninggalnya tiga pasien pasca-operasi di RS Mitra Husada Pringsewu Lampung, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan edaran penghentian sementara pemakaian obat bius yang digunakan saat operasi kepada pasien tersebut,” kata Oscar Primadi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kamis.

“Kemenkes juga membentuk tim investigasi terpadu untuk menyelidiki penyebab kematian pasien dan membuktikan adanya dugaan kejadian tidak diharapkan (KTD) sentinel,” lanjutnya.

Tim ini terdiri dari BPOM, organisasi profesi, dan asosiasi rumah sakit. (Antara)

Respon Anda?

komentar