Anambas Kekurangan Dokter Spesialis

745
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Jumlah dokter yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas sudah memenuhi kuota. Saat ini jumlah dokter yang di Anambas adalah sebanyak 48 orang. Meski secara kuantitas sudah terpenuhi, tapi jumlah tersebut belum memenuhi kebutuhan masyarakat, pasalnya dari jumlah
tersebut didominasi dokter umum. Sementara itu dokter spesialis atau bidang tertentu yang dinilai sangat dibutuhkan justru belum ada di Anambas.

“Masih banyak yang kosong, seperti dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak, spesialis penyakit dalam dan spesialis anastesi. Bidang tersebut belum ada di Anambas,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas Said M. Damrie kepada wartawan.

Kata Said, meski secara rasio, jumlah dokter di Anambas sudah cukup. Namun bidangnya masih kurang. Dari 48 dokter yang ada, hanya ada 6 dokter gigi dan 1 dokter sakit jiwa yang bertugas di RS Lapangan Palmatak, sementara 41 lainnya semuanya dokter umum.

Dirinya sangat berterimakasih kepada pemerintah pusat karena menurut informasi yang ia dengar, dalam waktu dekat ini akan ada bantuan dua dokter bedah dari pemerintah pusat. Jika sudah datang, kata Said, rencananya kedua dokter tersebut akan ditempatkan di RS Lapangan Palmatak dan RS bergerak yang ada di Jemaja. “Kemungkinan minggu depan dua dokter itu sudah disini,” ungkapnya.

Untuk mencukupi jumlah dokter yang dibutuhkan, maka pada pertengahan bulan ini dirinya beserta Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, Wakil Bupati Wan Zuhendra beserta komisi II DPRD Anambas akan datang ke kementerian Kesehatan RI untuk memberikan gambaran riil mengenai kebutuhan tenaga kesehatan di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Apalagi saat ini Anambas sudah memiliki dua RS yakni RS Lapangan Palmatak dan RS Bergerak Jemaja. Bahkan satu lagi sudah selesai dibangun. “Tujuan kita agar pusat tahu kondisi riil di lapangan.
Supaya pusat tahu bagaimana mengisi alkesnya. Kalau tidak salah tanggal 11 April besok, kita diterima di kementerian,” ungkapnya lagi. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar