BC Gelar Operasi Gerhana untuk Cegah Penyelundupan

1059
Pesona Indonesia
Kepala Bidang Pencegahan dan Penindakan Kanwil Khusus DJBC Kepri di Tanjungbalai Karimun, Raden Evy Suhartantyo. foto:sandi/batampos
Kepala Bidang Pencegahan dan Penindakan Kanwil Khusus DJBC Kepri di Tanjungbalai Karimun, Raden Evy Suhartantyo. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia sejak Kamis (7/4) menggelar Operasi Gerhana 2016 untuk mengantisipasi tindak pidana penyeludupan, khususnya narkoba yang saat ini marak masuk ke Indonesia. Dalam operasi tersebut ikut dilibatkan Kantor Wilayah (Kanwil) Khusus DJBC Tanjungbalai Karimun.

Operasi Gerhana 2016 dimulai dan secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai (Dirjen BC) Heru Pambudi di Terminal penumpang Ujung Baru, Medan, Sumatera Utara. Operasi ini akan berlangsung selam satu bulan dan akan berakhir pada 6 Mei 2016. Untuk mendukung operasi ini, dari Kanwil Khusus DJBC Kepri di Tanjungbalai Karimun menurunkan 10 kapal patroli dari total 16 kapal yang digunakan.

“Dan, memang dari Kepri yang paling banyak menurunkan armada patrolinya,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Penindakan Kanwil Khusus DJBC Kepri di Tanjungbalai Karimun, Raden Evy Suhartantyo, Minggu (10/4).

Digelarnya operasi ini, lanjut Evy, merupakan patroli laut terpadu yang didasari meningkatnya eskalasi upaya penyelundupan barang ilegal oleh para pelaku penyelundupan. Apalagi, belum lama ini jajaran BC di berbagai lokasi telah beberapa kali menggagalkan penyelundupan narkoba. Untuk itu, operasi ini salah satau sasarannya adalah narkotika, psikotropika dan prekursor (NPP).

”Termasuk juga penyelundupan barang ilegal lainnya. Seperti ballpres atau pakaian bekas, bawang merah, gula pasir dan beras yang berasal dari negeri jiran Malaysia. Seperti diketahui, para pelaku penyelundupan biasa menggunakan jalur pantai timur pulau-pulau Sumatera sebagai pintu masuk untuk memasukkan barang-barang ilegal. Kemudian, armada yang digunakan oleh pelaku penyelundupan menggunakan kapal-kapal kayu,” paparnya.

Dilanjutkan Evy, operasi patroli laut terpadu BC ini berada di bawah kendali Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat DJBC. Selain Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, operasi ini juga melibatkan dari Kanwil DJBC Aceh, Kanwil DJBC Sumatera Utara, Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat. Kemudian, Kantor Pelayanan Utama (KPU) DJBC Tipe B Batam, Pangkalan Sarana Operasi (Pangsarops ) BC Tipe A Tanjungbalai Karimun dan Pangsarops BC Bea Tipe B Batam.

”Jenis-jenis kapal patolri yang digunakan adalah enam kapal fast patrol boat (FPB) 28 meter, delapan kapal speed boat dan dua kapal very slender vessel (VSV). Masing-masing jenis kapal patroli yang digunakan mempunyai kecepatan untuk melakukan pengejaran terhadap kapal-kapal penyelundup di laut terbuka dan di perairan selat atau yang lebih kecil,” ungkapnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar