Filipina Tetap Lanjutkan Operasi Pembebasan Sandera

1041
Pesona Indonesia
Pejabat Kementerian Pertahanan Filipna Voltaire Gazmin (dua dari kanan) dan Kepala Militer Filipna Jenderal Hernando Iriberri (kanan) menjenguk salah satu anggota pasukan Filipina yang terluka setelah bertempur melawan kelompok Abu Sayyaf. Foto: AFP
Pejabat Kementerian Pertahanan Filipna Voltaire Gazmin (dua dari kanan) dan Kepala Militer Filipna Jenderal Hernando Iriberri (kanan) menjenguk salah satu anggota pasukan Filipina yang terluka setelah bertempur melawan kelompok Abu Sayyaf. Foto: AFP

batampos.co.id – Kehilangan 18 anggota pasuskan khusus dan 53 lainnya luka berat dan ringan, tak membuat nyali militer Filipina ciut untuk membebaskan 10 WNI yang disandera militan Abu Sayaf serta beberapa orang asing lainnya.

’’Pasukan yang terluka sudah diantarkan ke Rumah Sakit Militer di Kota Zamboanga. Sedangkan korban meninggal akan kami antarkan ke Markas Komando Mindanao

Barat. Namun, operasi militer akan kami lanjutkan untuk mencari bandit yang melarikan diri,’’ ujar Juru Bicara Markas Komando Mindanao Barat Filemon Tan, Senin (11/4/2016).

Namun, ketegangan yang terus berlanjut ini terus mendapatkan sorotan masyarakat internasional. Angka korban dari pihak militer Filipina yang cukup besar tersebut jelas menghadirkan kritik.

The Wallstreet Journal melansir, pihak militer sebenarnya diberikan mandat untuk memburu pimpinan Abu Sayyaf Isnilon Hapilon sebagai respon penyanderaan.

Namun, hasil konflik senjata terbaru membuktikan bahwa pihak militer belum siap untuk menumpas kelompok teroris setaraf Abu Sayyaf. Padahal, pemerintah Filipina telah mendapatkan bantuan USD 441 juta (Rp 5,7 triliun) dari Amerika Serikat (AS) untuk peningkatan kekuatan anti terorisme.

’’Saya menilai bahwa program tersebut merupakan buang-buang uang dan inevstasi yang buruk dari AS. Dana tersebut sudah dikucurkan sejak 2002 hingga 2013 namun hasil nyata tidak terlihat,’’ ujar Zachary Abuza, pakar keamanan Asia Tenggar di Universitas National War, AS.

Berbeda dengan Indonesia yang sudah mengurangi banyak kegiatan terorisme, aksi terorisme di Filipina justru meningkat 13 kali lipat pada periode 2002-2013. “Increased 13-fold between 2002 and 2013,”  terangnya. (nur/jpgrup)

Baca Juga:
> Ahli Bom Militan Abu Sayyaf Tewas
> Inilah Hambatan bagi TNI untuk Serbu Kelompok Abu Sayyaf
> Abu Sayyaf Suka Menculik lalu Minta Tebusan
> Militer Filipina Berguguran, JK Tetap Yakin 10 WNI yang Disandera Aman
> Mau Bebaskan 10 WNI yang Disandera, 18 Tentara Filipina Tewas, 59 Luka
> Militer Filipina Bentrok dengan Abu Sayyaf, Pemerintah Klaim 10 WNI Masih Aman
> Abu Sayyap Akhirnya Bebaskan Satu Orang Sandera
> Sandera Abu Sayyaf: 10 WNI, 1 Italia, 1 Belanda, 2 Kanada, 1 Norwegia, 3 bakal Dieksekusi Hari Ini
> Batas Tebusan Sandera Berakhir Hari Ini, Retno: 10 WNI Masih Hidup
> Perusahaan Siap Tebus Peter Cs, Warga Batam yang Disandera Abu Sayyaf
> 4 WN Malaysia yang Diculik Diduga Sudah di Markas Abu Sayyaf
> 4 Bulan Lalu, WN Malaysia Dipenggal Militan Abu Sayyaf
> Ini Nama 4 WN Malaysia yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal TG Massive 6 Dirompak, 4 WN Malaysia Disandera, 2 WNI Lolos
> Batas Pembayaran Tebusan Diperpanjang 8 April, 10 WNI yang Disandera Dipecah Dua
> Pulang dari Filipina, Menlu Yakinkan 10 WNI yang Disandera Masih Aman
> Batas Waktu Pemberian Tebusan Habis, Keluarga 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Khawatir
> Abu Sayyaf Banyak Link di Indonesia, Ini Saran Mantan Kombatan Filipina
> Batas Pembayaran Tebusan Berakhir Hari Ini, Menlu: 10 WNI yang Disandera Masih Hidup
> Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
> Peter Cs Disandera Militan Abu Sayyaf Bersama 11 WNA
> Lokasi 10 WNI Disandera Sudah Diketahui, Tapi…
> Kalau Abang Tak Berangkat Kita Makan Apa? Eh, Ditangkap Militan Abu Sayyaf
> Tolong Selamatkan Peter dari Penyanderaan Abu Sayyaf!
> Menhan RI Kontak Menhan Filipina untuk Operasi Pembebasan Sandera
> Kapten Kapal yang Disandera Militan Abu Sayyaf Ber-KTP Batam
> Inilah Kekuatan Operasi Pembebasan 10 WNI yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> 10 WNI Disandera Militan Abu Sayyaf, Jokowi Kumpulkan Petinggi TNI
> Menanti Pasukan Khusus TNI Selamatkan 10 WNI yang Disandera di Filipina
> Ini Foto-Foto Kapten Kapal TB Brahma 12 yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal WNI yang Disandera Bawa 7.000 Ton Batu Bara
> 10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

Respon Anda?

komentar