Narkoba Negeri Jiran Serbu Kepri, LMB Gerah

3417
Pesona Indonesia
Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, Abien memberikan penjelasan tentang penangkapan M Khairul yang menyembunyikan sabu di celana dalam, Rabu (23/4/2016). Foto: sandi/batampos.co.id
Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, Abien memberikan penjelasan tentang penangkapan M Khairul yang menyembunyikan sabu di celana dalam, Rabu (23/4/2016). Foto: sandi/batampos.co.id

batampos.co.id – Penyelundupan narkoba dari luar negeri, terutama narkoba dari negeri jiran, yang terjadi melalui pelabuhan International Tanjungbalai Karimun menjadi perhatian, dari semua elemen masyarakat termasuk DPW Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepri. Sebab, wilayah salah satu bagian Barat Indonesia ini sangat potensi untuk bisnis barang haram tersebut.

”Menurut saya Pemda Karimun harus menyampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui Menlu, agar segera melakukan pembicaraan bilateral dengan negara serumpun Malaysia. Sebab, ada kesan narkoba sangat leluasa masuk ke negara kita khususnya Karimun maupun Provinsi Kepri,” ungkap Ketua DPW LMB Kepri Datok Panglima Azman Zainal di Tanjungbalai Karimun, Minggu (10/4).

Kenapa sangat mendesak, kata Azman lagi, sebab penyelundupan narkoba tersebut di wilayah Kepri sangat meningkat setiap bulannya. Seperti di Pelabuhan Internasional Batam Center, Pelabuhan Internasional Tanjung Balai Karimun atau Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. Petugas bea dan cukai, sudah berulangkali mengamankan penumpang dari negara jiran itu karena membawa narkoba jenis sabu-sabu atau ekstasi.

Sedangkan, peranan Badan Narkotikan Nasional (BNN) maupun aparat penegak hukum di Provinsi Kepri, seperti kepolisian, bea dan cukai dan lainnya, sudah cukup intensif mencegah masuknya narkoba melalui para penumpang dari Kukup atau Stulang Laut, Malaysia. Akan tetapi, penyelundupan narkoba dari negara tetangga tersebut terus tetap berjalan.

“Anda bisa lihat sendiri kan, sudah dua kali pihak Bea Cukai menangkap pelaku penyelundupan narkoba dari Malaysia. Tidak tanggung-tanggung 2.979 butir ekstasi, nyaris lolos ke wilayah kita. Bisa dibayangkan, berapa banyak generasi muda kita yang akan jadi korban,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan mantan anggota DPRD Karimun Raja Zuriantiaz, bahwa bahaya narkoba sudah mengintai di sekeliling kita. Yang perlu diperhatikan adalah, peranan semua elemen masyarakat bahu-membahu untuk memberantas narkoba di lingkungannya masing-masing. Sebab, pasokan barang haram tersebut tidak lagi datang dari wilayah Indonesia melainkan datang dari negara tetangga.

”Dimulai dari keluarga sendiri dululah. Terutama, keluarga yang berada di negara tetangga. Harus kita ingatkan, jangan sembarangan membawa barang titipan masuk ke wilayah kita. Kan, ada juga warga negara Indonesia yang tertangkap membawa narkoba dari luar negeri,” ungkapnya.

Ia berharap, penegak hukum agar diberikan hukuman seberat-beratnya kepada pengedar narkoba terutama yang membawa dari luar negeri. Termasuk warga negara asing, harus di hukum yang setimpal.

“Pelaku yang membawa narkoba lebih baik di hukum mati saja. Sudah pantas, karena mengancam generasi penerus bangsa nantinya,” tuturnya geram.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar