Persoalkan Irman Gusman, Anggota DPD Galang Mosi Tak Percaya

423
Pesona Indonesia
Ketua DPD Irman Gusman. Foto: dokumen JPNN.Com
Ketua DPD Irman Gusman.
Foto: dokumen JPNN.Com

batampos.co.id – Posisi Irman Gusman di pucuk pimpinan DPD RI mulai digoyang. Ada mosi tidak percaya yang digulirkan sejumlah anggota DPD terhadap terhadap Irman dan wakilnya, Farouk Muhammad.

Menurut anggota DPD dari Sulawesi Utara, Benny Ramdhan, mosi itu sebagai buntut dari penolakan Irman atas tata tertib yang telah disetujui paripurna.  Salah satu poin baru dalam aturan itu adalah pemangkasan masa jabatan pimpinan DPD. Namun, Irman yang sudah dua kali memimpin DPD tak kunjung menandatanganinya.

“Kami baru menyampaikan surat mosi tidak percaya kepada pimpinan DPD atas dua pelanggaran yang bisa kita katagorikan pelanggaran kode etik berat sesuai dengan tata tertib DPD,” kata senator asal Sulawesi Utara, Benny Ramdhani di Badan Kehormatan DPD, Senin (11/4).

Ia lantas memerinci dua jenis pelanggaran oleh pimpinan DPD. Yang pertama, pimpinan DPD RI tidak mau menandatangani hasil keputusan paripurna yang berkaitan dengan pengesahan tatib. Padahal itu forum tertinggi dalam pengambilan keputusan lembaga di DPD.

Kedua, dalam paripurna 13 Maret 2016, Irman dan wakilnya, Faroek Muhammad menutup sidang secara sepihak tanpa persetujuan forum. Padahal agenda paripurna saat itu adalah laporan tentang  perkembangan kinerja alat kelengkapan DPD.

Benny menambahkan, dalam dokumen yang ia serahkan ke BK DPD, sudah ada dua per tiga anggota DPD yang menandatangani mosi tak percaya. Jumlah ini menurutnya masih bisa bertambah.

“Atas dua pelanggaran itu kami bersama teman teman menyampaikan laporan, untuk BK memproses laporan kami dan kemudian BK harus mengambil tindakan,” tegasnya.(fat/jpnn)

Respon Anda?

komentar