Air PAM Bau dan Gatal, Warga Bingung Harus Mengadu Kemana

624
Pesona Indonesia
Warga menampung air dari PAM. foto:syahid/batampos
Warga menampung air dari PAM. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Sejumlah warga Tarempa dan sekitarnya mengeluhkan langkanya air bersih. Terutama warga Tajung dan sekitarnya. Pasalnya di Tanjung, hingga kini belum mendapatkan air bersih yang layak untuk digunakan sehari-hari dari PAM.

Mereka sangat mengharapkan jaringan air yang baru bisa memenuhi kebutuhan air di Tanjung. Apalagi pemerintah selalu memberikan harapan bahwasanya pada tahun 2016 ini air akan terbagi rata. Namun
kenyatannya, masalah itu hingga kini berlum terjawab.

“Jadwalnya tidak jelas, kadang hidup kadang tidak, dulu saja informasinya satu hari hidup satu hari mati, tapi kadang sampai dua hari tidak ada ngalir,” ungkap salah seorang warga Tanjung, Hares
kepada wartawan Selasa (11/4) siang.

Selain jadwalnya yang tidak teratur, air yang PAM baru tidak bersih. Airnya berwarna bening kekuning-kuningan dan berbau busuk. Padahal yang ia tahu air itu difilter dulu sebelum dialirkan ke rumah warga.

“Dulu katanya disaring dulu sebelum disalurkan ke rumah warga tapi kenapa airnya tetap saja kuning dan bau,” jelasnya.

Dengan adanya masalah ini dirinya mengaku bingung harus mengadukan masalah ini kemana karena yang ia tahu, air PAM yang baru ini belum dikelola oleh pihak kecamatan. “Masalahnya itu kita mau mengadu kemana, belum jelas,” tegasnya.

Keluhan bukan saja datang dari warga Tanjung, tapi juga dari waga kampung baru Tarempa. salah satu warga Kampung Baru, Anna, mengaku air yang keluar dari PAM baru selain warnanya kuning, airnya juga gatal jika digunakan untuk mandi. “Airnya gatal, tak bisa dipakai mandi,” jelasnya.

Dirinya juga mengaku bingung harus mengadu kemana karena yang ia tahu bukan pihak kecamatan yang mengelola air PAM yang baru. “Kita kemarin sudah mengadu kepada pihak kecamatan tapi jawaban dari kecamatan, kecamatan belum mengelola PAM baru, jadi kita bingung,” adunya.

Sementara itu ketika dihubungi melalui telepon pribadinya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar, mengatakan saat ini pengaliran PAM baru masih dalam percobaan yang dilakukan oleh perusahaan pemenang tender. Oleh karena itu belum ada
jadwal yang teratur.

“Serahterima pekerjaan juga belum dilakukan. Jika tidak ada masalah maka pada bulan Juni mendatang baru akan dilakukan serahterima kepada pihak pemerintah,” ungkap Sahtiar kepada wartawan.

Saat ini kata Sahtiar, pengelolanya sendiri belum ada, untuk sementara waktu sambil menunggu masa percobaan selesai pihaknya bersama pihak ketiga mencari siapa pengelola yang tepat untuk mengurus air PAM.

“Kita berharap ada pihak ketiga yang mengelola masalah air bersih ini. Kalau Dinas PU yang harus mengelola air bersih maka akan kerepotan karena kita masih banyak kegiatan,” jelasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar