Cuaca Panas Mendera, Malaysia Liburkan 259 Sekolah

903
Pesona Indonesia
Murid sekolah di Malaysia menutup kepala menggunakan tas untuk menghindari panas matahari yang menembus angka di atas 37 derajat celcius. Foto: straitstimes
Murid sekolah di Malaysia menutup kepala menggunakan tas untuk menghindari panas matahari yang menembus angka di atas 37 derajat celcius. Foto: straitstimes

batampos.co.id – Cuaca panas yang mendera sejumlah wilayah di Malaysia memaksa pemerintah meliburkan 259 sekolah. Terutama sekolah-sekolah di Jerantut dan Temerloh di Pahang dan Perlis.

Penutupan 259 sekolah, baik SMP (68 sekolah) maupun SD (191 sekolah) dan pra-sekolah dengan total jumlah siswa lebih dari 100 ribu siswa, terpaksa dilakukan karena suhu udara di kawasan tersebut melebihi 37 derajat celcius, sejak Senin (11/4/2016).

“Ditutup 72 jam atau tiga hari,” ujar Kementerian Pendidikan Malaysia dalam sebuah pernyataan yang diterima media.

Kementerian mengatakan penutupan itu sebagai tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan lebih dari 100.000 murid pra-sekolah, dasar, dan menengah di kawasan itu.

Meski begitu, pegawai sekolah lainnya tetap masuk. Hanya kegiatan belajar mengajar yang diliburkan.

Kementerian juga diminta mengawasi anak-anak yang diliburkan agar jangan sampai menghabiskan waktu di luar rumah di tengah cuaca yang terik saat ini. Caranya, kalangan pendidik di Perlis dan Pahang diminta mengedukasi orangtua murid untuk mencegah anaknya menghabiskan waktu di luar rumah, selama cuaca panas yang sedang berlangsung.

Direktur Jenderal Departemen Meteorologi Malaysia, Che Gayah Ismail, mengatakan hujan petir dan badai diperkirakan baru akan muncul akhir Mei 2016.

“Musim antar-monsoon diperkirakan akan berlangsung sampai pertengahan atau akhir Mei,” katanya, Minggu.

Untuk bulan ini, kata Ismail, area di Perlis, Kedah, Penang, utara dari Perak, Kelantan, dan utara dari Terengganu diperkirakan akan mengalami sedikit di bawah curah hujan rata-rata.

Semua tempat-tempat lain di semenanjung Malaysia diperkirakan akan mendapatkan curah hujan rata-rata normal setiap bulan.

Rata-rata curah hujan untuk semenanjung diharapkan antara 100mm dan 250mm, dan antara 100mm dan 450mm untuk Sabah dan Sarawak.

Datuk Che Gayah Ismail mengatakan negara itu akan mengalami monsun barat, yang merupakan musim kemarau, dari bulan Juni sampai September.

Nah, saat itulah diperkirakan asap kiriman dari kebakaran hutan di Indonesia akan kembali dirasakan Malaysia. (the star/asia news network/straitstimes/singapuraterkini/nur)

Respon Anda?

komentar