Insentif Belum Dibayar, Kinerja Dokter Melempem

951
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas Said M Damrie, mengakui pihaknya dituntut untuk meningkatkan palayanan khususnya dalam bidang kesehatan. Namun itu semua belum bisa dilakukan lantaran selama dua tahun terakhir ini Pemda Anambas mengalami
keterbatasan anggaran.

“Bagaimana bisa melayani dengan maksimal kalau anggaran tidak ada,” ungkap Said kepada wartawan.

Keterbatasan anggaran ini, kata Said, sudah jelas menjadi keluhan pada tenaga kesehatan. Karena keterbatasan anggaran tersebut, kata Said, dokter yang bertugas di Anambas belum menerima insentif dari pertengahan tahun 2015 lalu.

“Semua dokter dari mulai residen, spesialis hingga dokter umum belum dibayar. Dari mulai bulan Juni hingga Desember tahun 2015. Sementara itu insentif tahun 2016 ini juga belum cair,” ungkap Said.

Meski dirinya tidak mengatakan jumlah secara keseluruhan namun sudah bisa diprediksi berapa kewajiban pemda untuk dana bagi para dokter itu. “Kita memberikan insentif pada mereka Rp 30 juta per bulan, bisa dihitung sendiri,” ucapnya.

Karena haknya belum dibayar, kata Said, tak bisa dipungkiri tenaga kesehatan menjadi lemah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Lemah dalam memberikan pelayanan bukan berarti tidak memberikan pelayanan,” jelasnya.

Dampak dari kurangnya anggaran kesehatan ini juga memiliki dampak lain seperti dokter yang menarik diri atau menolak untuk ditempatkan di Anambas terutama dokter-dokter dari Kementerian Kesehatan RI.

“Dokter yang ditunjuk dari Kementerian Kesehatan tidak wajib datang ke Anambas. Tapi mereka boleh memilih untuk bertugas di daerah lain sesuai yang mereka inginkan. Jadi sudah banyak dokter yang seharusnya datang ke Anambas tapi memilih bertugas di daerah lain,” tutupnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar