Kata Menlu, 10 Sandera Selamat dari Serangan

911
Pesona Indonesia

retnobatampos.co.id – Pertempuran sengit antara militer Filipina dan militan Abu Sayyaf dalam operasi pembebasan sandera, tak hanya membuat keluarga 10 WNI yang disandera di Filipina Selatan khawatir. Publik Indonesia juga khawatir.

Namun, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan bahwa keadaan terakhir 10 WNI Anak Buah Kapal (ABK) Brahma 12 tersebut masih dalam keadaan selamat usai konflik senjata antara tentara Filipina dan Kelompok Abu Sayyaf.

Retno menegaskan, pihaknya terus berkomunikasi dengan berbagai pihak termasuk otoritas Filipina terkait kasus tersebut. Hal tersebut dilakukan sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menegaskan bahwa keselamatan sandera Indonesia menjadi prioritas utama. Hal tersebut pun dipastikan saat dia menerima kabar tentang konflik senjata yang terjadi di Pulau Basilan, Filipina.

’’Saya mendapatkan informasi dari Menteri Luar Negeri Filipina (Jose Rene Almendras) tentang kontak senjata Abu Sayyaf pada Sabtu minggu lalu. Dia juga menerangkan bahwa 18 orang dari tentara menjadi korban kasus ini. Saya segera menyampaikan ucapan duka cita terhadap pihak Filipina dan keluarga,’’ terangnya di Jakarta, Senin (11/4/2016).
Dalam kesempatan tersebut, alumni Universitas Gajah Mada (UGM) itu menegaskan bahwa konflik yang terjadi tak punya pengaruh signifikan terhadap keselamatan 10 WNI. Menurutnya, pihak Kementerian Luar Negeri terus melakukan komunikasi intensif setiap beberapa jam sekali untuk menanyakan bagaimana kondisi sandera kepada pemerintah Filipina. Dari komunikasi, pihaknya pun memastikan sampai kemarin bahwa 10 WNI masih hidup.

’’Dari informasi terakhir, 10 WNI yang disandera tidak ada di Pulau Basilan. Saya pun sudah memastikan keselamatan mereka melalui komunikasi dengan Menlu Filipina. Pagi hari tadi (11/4/2016), saya sudah melakukan komunikasi pukul 08.41 WIB. Dan menurut info pukul 12.00 WIB tadi, kami masih memperoleh informasi kondisi WNI ABK yang baik,’’ terangnya.

Dia pun menambahkan, pemerintah juga ikut mengurus tetek bengek lain terkait kasus ini. Misalnya, pengurusan Kapal Tongkang Anand 12 yang berisi 7 ribu ton batubara di bawah naungan pemerintah Malaysia. Saat ini, pemerintah melalui Konsul Tawau sudah melakukan proses untuk mengurus dokumen pelepasan.

’’Terkait tiga WNI yang juga sempat mengalami pembajakan dari kelompok Abu Sayyaf saat ini telah menyelesaikan proses pengambilan keterangan saksi. Clearence mereka sudah didapatkan. Tinggal menunggu dokumen kapal agar mereka bisa kembali ke Indonesia,’’ ujarnya.

Terkait opsi penyelamatan, Retno tak mau berkomentar banyak. Namun, dia menegaskan pemerintah terus melakukan segala upaya untuk membebaskan. Di sisi lain, dia menegaskan bahwa pemerintah tak akan mengeluarkan dana untuk tebusan bagi pihak penyandera.

’’Yang  bisa saya sampaikan mengenai ransum adalah bahwa negara tidak boleh terlibat. Sudah menjadi prinsip yang didorong oleh hampir semua negara bahwa negara tidak boleh menyerah terhadap tuntutan uang dari seorang penyandera,’’ jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir pun turut menegaskan, pemerintah Indonesia memang punya prinsip untuk tak menuruti tuntutan dari kelompok radikal atau penyandera. Terkait kemungkinan perusahaan yang bisa membayar tebusan itu, pihaknya pun mengaku pemerintah juga tak bisa terlibat dalam proses itu.

“Dalam hal ini, memang negara tidak bisa melakukan penebusan,’’ terangnya.

Terkait kemungkinan mengerahkan tentara Indonesia untuk operasi penyelamatan, dia mengaku bahwa sampai saat ini hal tersebut belum disetujui oleh pemerintah Filipina.

’’Opsi tersebut memang terhalang oleh konstitusi Filipina. Tapi, kami masih terus berusaha membuka komunikasi dengan pihak Filipina,’’ terangnya. (bil/owi/jpgrup)

Baca Juga:
> Militer Filipina Berguguran, Keluarga Peter Makin Cemas
> Militer Filipina Mengamuk, 8 Militan Abu Sayyaf Ditembak Mati
> Filipina Tetap Lanjutkan Operasi Pembebasan Sandera
> Ahli Bom Militan Abu Sayyaf Tewas
> Inilah Hambatan bagi TNI untuk Serbu Kelompok Abu Sayyaf
> Abu Sayyaf Suka Menculik lalu Minta Tebusan
> Militer Filipina Berguguran, JK Tetap Yakin 10 WNI yang Disandera Aman
> Mau Bebaskan 10 WNI yang Disandera, 18 Tentara Filipina Tewas, 59 Luka
> Militer Filipina Bentrok dengan Abu Sayyaf, Pemerintah Klaim 10 WNI Masih Aman
> Abu Sayyap Akhirnya Bebaskan Satu Orang Sandera
> Sandera Abu Sayyaf: 10 WNI, 1 Italia, 1 Belanda, 2 Kanada, 1 Norwegia, 3 bakal Dieksekusi Hari Ini
> Batas Tebusan Sandera Berakhir Hari Ini, Retno: 10 WNI Masih Hidup
> Perusahaan Siap Tebus Peter Cs, Warga Batam yang Disandera Abu Sayyaf
> 4 WN Malaysia yang Diculik Diduga Sudah di Markas Abu Sayyaf
> 4 Bulan Lalu, WN Malaysia Dipenggal Militan Abu Sayyaf
> Ini Nama 4 WN Malaysia yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal TG Massive 6 Dirompak, 4 WN Malaysia Disandera, 2 WNI Lolos
> Batas Pembayaran Tebusan Diperpanjang 8 April, 10 WNI yang Disandera Dipecah Dua
> Pulang dari Filipina, Menlu Yakinkan 10 WNI yang Disandera Masih Aman
> Batas Waktu Pemberian Tebusan Habis, Keluarga 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Khawatir
> Abu Sayyaf Banyak Link di Indonesia, Ini Saran Mantan Kombatan Filipina
> Batas Pembayaran Tebusan Berakhir Hari Ini, Menlu: 10 WNI yang Disandera Masih Hidup
> Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
> Peter Cs Disandera Militan Abu Sayyaf Bersama 11 WNA
> Lokasi 10 WNI Disandera Sudah Diketahui, Tapi…
> Kalau Abang Tak Berangkat Kita Makan Apa? Eh, Ditangkap Militan Abu Sayyaf
> Tolong Selamatkan Peter dari Penyanderaan Abu Sayyaf!
> Menhan RI Kontak Menhan Filipina untuk Operasi Pembebasan Sandera
> Kapten Kapal yang Disandera Militan Abu Sayyaf Ber-KTP Batam
> Inilah Kekuatan Operasi Pembebasan 10 WNI yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> 10 WNI Disandera Militan Abu Sayyaf, Jokowi Kumpulkan Petinggi TNI
> Menanti Pasukan Khusus TNI Selamatkan 10 WNI yang Disandera di Filipina
> Ini Foto-Foto Kapten Kapal TB Brahma 12 yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal WNI yang Disandera Bawa 7.000 Ton Batu Bara
> 10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

Respon Anda?

komentar