Kemenristek Dikti Minta Tiga Nama untuk Calon Rektor Umrah

684
Pesona Indonesia
Winata Wira. Foto: Fatih/batampos
Winata Wira. Foto: Fatih/batampos

batampos.co.id – Pelaksanaan pemilihan langsung Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang periode 2016-2020 tertunda. Sejatinya, pemilihan Rektor UMRAH yang diagendakan berlangsung Senin (11/4) kemarin batal lantaran ada intruksi langsung yang datang dari Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi.

Ketua Panitia Pemilihan, Winata Wira mengungkapkan, pihak kementerian meminta kepada Dewan Senat UMRAH Tanjungpinang bisa mengirimkan paling sedikit tiga nama calon rektor. “Tapi, dari tahapan yang sudah dilalui, kami hanya menjaring dua nama saja,” kata Wira, kemarin.

Apa yang dimaui Kemenristek Dikti, sambung Wira, selaras dengan Permenristek Dikti Nomor 1 Tahun 2015 maupun Statuta UMRAH yang berbunyi bahwasanya pemilihan rektor paling sedikit melibatkan tiga nama calon. Sedangkan hingga batas terakhir pendaftaran, hanya Abdul Malik dan Syafsir Akhlus yang sudah memastikan mengikuti kontestasi pemilihan rektor masa jabatan empat tahun ke depan ini.

Wira menambahkan, sebelumnya panitia pemilihan maupun jajaran Dewan Senat UMRAH Tanjungpinang optimistis pemilihan bakal melibatkan minimal tiga nama calon rektor. Mengingat saat itu, ada lima kandidat yang secara de facto memenuhi syarat sebagai bakal calon.

Ada Profesor Syafsir Akhlus yang notabene rektor petahana, ada Wakil Rektor I Profesor Firdaus LN, ada Doktor Bustami yang kini Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, lalu Doktor Abdul Malik yang sedang menjabat sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan terakhir ada Doktor Novrizal yang masih aktif menjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat.

“Tapi rupanya hanya Profesor Akhlus dan Doktor Malik saja yang mendaftar dan sudah mengikuti tahapan sampai adu visi-misi,” ungkap Wira.

Intruksi Kemenristek Dikti ini membuat Dewan Senat bakal melangsungkan rapat kemarin. Dari hasil rapat tersbut, ada kesepakatan pendaftaran bakal calon rektor diperpanjang hingga 21 April mendatang. Untuk kemudian selanjutnya diverifikasi dan ditetapkan sebagai calon rektor.

Wira menjelaskan, setelah tiga nama calon dikantongi, berkasnya lalu diantar ke Kemenristek Dikti dan pada 9 Mei baru dilangsungkan pemungutan suara pemilihan Rektor UMRAH Tanjungpinang periode 2016-2020.

Selama prosesi rapat dewan senat berlangsung, Wira mengutarakan, tidak terjadi polemik berkepanjangan mengenai perubahan tahapan pemilihan ini. Malik dan Syafsir, sebagai kedua calon yang sudah mendaftar juga tercatat sebagai bagian dari Dewan Senat UMRAH Tanjungpinang dan ikut sepakat atas keputusan yang ada.

“Prinsipnya seluruh senat sudah sepakat,” pungkas Wira. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar