Mengaku Bisa Gandakan Uang, Oknum Polisi Tipu Petani

1883
Pesona Indonesia

ilustrasi uang

batampos.co.id – Aksi penipuan bukanlah hal yang asing terdengar di telinga kita. Hukuman bagi seorang penipu pun sudah sepatutnya dijebloskan ke penjara. Namun apa jadinya jika penipuan itu sendiri dilakukan oleh polisi?

Seperti yang terjadi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Seorang oknum anggota polisi Aiptu W dilaporkan ke unit profesi dan pengamanan (Propam) di polres setempat oleh Maridi (58), yaitu seorang warga Kelurahan Lalung, kecamatan Karanganyar.

Hal itu dilakukan karena Maridi merasa jadi korban aksi penipuan oleh oknum polisi tersebut. Maridi melaporkannya kejadian tersebut pada hari Senin (11/4) bersama sejumlah rekannya yang juga jadi korban penipuan. Jika ditotal dari keseluruhan korban yang telah menyerahkan uang mahar kepada Aiptu W mencapai Rp 1,1 miliar.

Menurut Maridi, dirinya tergiur janji Aiptu W yang bisa menggandakan uang dalam waktu cepat. W lantas meminta Maridi menyediakan uang mahar yang dibayarkan secara bertahap. Totalnya mencapai Rp 100 juta.

”Awalnya diminta membayar uang mahar Rp 2 juta. Lalu berlanjut sampai jumlahnya seratus juta,” katanya.

Aiptu W berdalih uang mahar tersebut untuk membeli ubo rampe atau perlengkapan penggandaan uang. Tapi setelah ditunggu dua tahun, janji Aiptu W tak terbukti. Maridi yang kesehariannya bertani itu pun geram dan melaporkan Aiptu W ke Propam Polres Karangnyar.

”Dia (Aiptu W, Red) hanya janji-janji saja. Katanya mau ketemu, tapi tidak ada kabar. Kami laporkan saja ke Propam,” tegas Maridi.

Maridi bahkan sampai harus berhutang demi memenuhi permintaan Aiptu W.

”Saya sampai ditangkap karena urusan utang,” keluhnya.

Tak hanya itu, Aiptu W juga meminta juga meminta Maridi membayar denda karena dianggap melanggar pantangan. Yakni gagal mencari bunga kantil gondok. Denda yang dimaksud adalah membayar sejumlah uang.

”Setiap melanggar pantangan, saya diminta membayar denda. Tapi nyatanya sampai saat ini tidak ada apa-apanya. Saya seperti tidak sadar saat menyerahkan uang itu,” katanya.

Kasi Propam Polres Karanganyar, Ipda Teguh Sardiyanto, berjanji segera menindaklanjuti dengan meminta keterangan terlapor. Karenanya, Propam pun akan segera memeriksa Aiptu W.

”Laporan sudah kami terima. Yang bersangkutan (Aiptu W, red) akan segera kami panggil. Dalam 2-3 hari ke depan, korban akan kami kabari,” pungkasnya.

(adi/wa/jpg/frd/sam)

Respon Anda?

komentar