Tanjungpinang Butuh Tambahan Guru dan Tenaga Kesehatan

1169
Pesona Indonesia
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah meninjau pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer di SMAN 3 Tanjungpinang, Senin (4/4). Tanjungpinang membutuhkan tambahan guru dan tenaga kesehatan. F.Yusnadi/Batam Pos
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah meninjau pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer di SMAN 3 Tanjungpinang, Senin (4/4). Tanjungpinang membutuhkan tambahan guru dan tenaga kesehatan. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan, Kota Tanjungpinang membutuhkan guru dan tenaga kesehatan. Sebab, tahun 2017 mendatang sebanyak 100 orang dokter, bidan, perawat dan guru akan memasuki masa pensiun.

“Tahun 2017 nanti 100 orang dari tenaga kesehatan dan guru akan pensiun. Dimana 70 persennya adalah guru,” ujar Lis Darmansyah ditemui usai acara Pengukuhan Pengurus Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Tanjungpinang di Hotel CK Tanjungpinang, Senin (11/4).

Karena itu, kata Lis, tahun pihaknya akan memfollow-up usulan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk dua bidang tersebut. Usulan penerimaan CPNS, lanjut Lis, telah diajukan sejak tahun 2015 lalu. “Kita butuh banyak. Untuk guru saja bisa butuh ratusan orang,” ujar Lis

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Rustam membenarkan bahwa Kota Tanjungpinang masih membutuhkan tenaga kesehatan, utamanya dokter spesialis.

“Untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang, kita memiliki 17 dokter spesialis. Itu terbilang kurang, apalagi jika melihat kebutuhan jangka panjangnya,” ujar Rustam.

17 dokter spesialis tersebut kata Rustan terdiri dari dokter spesialis kebidanan, spesialis bedah, spesialis patologi klinik, spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis neurologi dan spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT).

Kondisi serupa juga terjadi untuk dokter umum yang bertugas di setiap Puskesmas yang ada di Kota Tanjungpinang. “Saat ini ada 3 dokter untuk masing-masing Puskemas. Kalau bisa totalnya 30 dokter,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, HZ Dadang Abdul Gani membenarkan bahwa Kota Tanjungpinang masih kekurangan guru PNS.

Dadang menjelaskan rincian jumlah guru yang dibutuhkan, yaitu 144 guru kelas SD PNS kualifikasi S1 PGSD. Kemudian, 17 guru Penjas SD dengan kualifikasi S1 Penjaskes. Selanjutnya, masih membutuhkan 9 guru matematika SMP, 7 guru IPA SMP, 3 guru IPS. Selain itu, juga masih dibutuhkan 14 guru BK/BP, dan 12 guru Penjas SMP.

“Solusi kekurangan guru dengan penambahan guru honor. Tapi tetap belum bisa menggatasi sepenuhnya,” ujar Dadang. (Lra)

Respon Anda?

komentar