Atasi Krisis Air dan Listrik di Benan, Bupati Rencanakan Bangun Waduk dan Turbin Angin

2192
Pesona Indonesia
Awe mengecek langsung tanah rawa yang akan digunakan sebagai waduk untuk mencukupi kebutuhan air di desa wisata Pulau Benan. foto:hasbi/batampos
Awe mengecek langsung tanah rawa yang akan digunakan sebagai waduk untuk mencukupi kebutuhan air di desa wisata Pulau Benan. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Ketersedian air bersih dan listrik menjadi syarat utama investasi pariwisata. Untuk itu, Bupati Lingga, Alias Wello rencanakan pembangunan waduk dan turbin angin di desa wisata Pulau Benan sebagai wilayah pariwisata bahari dan pintu masuk utama Kabupaten Lingga.

Wacana tersebut akan diakomodir Awe pada tahun anggaran 2017 mendatang. Pulau kecil kampung nelayan kecamatan Senayang ini, akan dimaksimalkan Awe dengan peningkatan sarana dan fasilitas dasar.

“Kita akan bangun Benan Waterfront di pulau ini. Daerah rawanya cukup luas. Ini akan jadi prioritas karena keberadaan air merupakan hal paling utama untuk menunjang industri pariwisata di Pulau Benan. Untuk listrik, kita upayakan bangun turbin angin,” kata dia, saat meninjau lokasi rawa Desa Benan beberapa waktu lalu.

Sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan daerah (DPUD), Pulau Benan cukup strategis. Jaraknyapun sangat memungkinkan untuk didatangi baik dari Batam maupun Tanjungpinang dengan jarak tempuh lebih kurang 90 menit. Namun soal sarana dan parasarana penunjang seperti air bersih dan listrik, diakui Awe masih sangat minim. Padahal, hal ini menjadi kebutuhan dasar penunjang pariwisata dan kebutuhan masyarakat Desa Benan.

Selama ini, untuk kebutuhan air bersih warga masih berharap dari sumur galian. Hasilnya masih belum maksimal. Saat musim kemarau, perigi akan kering. Begitu juga soal listrik desa, yang hanya menyala 6 jam sehari.

Menurut hemat, Awe kedua hal ini akan menghambat lajunya pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Soal potensi, Pulau Benan tak diragukan lagi telah menjadi tujuan wisata kapal layar (Yatch) dan juga memiliki 12 titik wisata selam (diving) di Pulau Katang, Desa Benan, Kecamatan Senayang Lingga.

“Waduknya akan dibangun tahap pertama dengan APBD 2017. Nanti pakai filter untuk sanitasi airnya,” tutur Awe.

Sementara untuk turbin angin, wilayah pesisir sangat memungkinkan penerapan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan. Bukit di sebelah selatan, Goa Jepang akan diusakan Awe untuk dibangun turbin guna pemenuhan listrik. Jika air dan listrik berkapasitas industri sudah tersedia di Benan, ungkap Awe, maka tidak akan sulit bagi pulau yang sudah dikenali banyak wisatawan macanegara itu, menjadi pusat pariwisata bahari Lingga.

Ditempat yang sama, Sekretaris Desa Benan Salim, mewakili warganya menjelaskan, tiap musim angin timur, Desa Benan sering dilanda kekeringan. Kondisi itu sudah terjadi bertahun-tahun dan sudah pun diupayakan solusinya dengan membangun sumur bor di sejumlah titik sumber air.

“Sumur bor sudah banyak, tapi kalau curah hujan rendah, tetap saja kuota airnya sedikit. Lebih parah lagi kalau pas wisatawannya ramai,” tuturnya.

Kalau untuk pembangunan waduk, dikatakan Salim, memang belum pernah dipikirkan sebelumnya. Melalui ide Bupati Lingga atas pembangunan waduk di lahan rawa desa, diharapakan dapat mengatasi masalah kekeringan di Benan. Begitu juga wacana turbin angin, pemerintah desa akan menyiapkan lahan tersebut. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar