Bobol Kedai Kopi Hukumannya Penjara Dua Tahun

417
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Zamri bin Ali (38), terdakwa kasus pencurian di Rumah Makan Selera Bintan, milik Muhammad Yohan, divonis bersalah dengan hukuman selama dua tahun penjara, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (12/4).

Dalam sidang putusan yang di pimpin ketua Majelis Hakim Windi Ratna Sari didampingi dua hakim anggota Corpioner dan Purwaningsih, menyatakan terdakwa terbukti telah melakukan perbuatan dengan sengaja mengambil barang atau sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum yang dilakukan diwaktu malam hari, didalam sebuah rumah atau di perkarangan tertutup yang ada dirumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada disitu tidak diketahui atau dikehendaki sebagaimana yang diatur dan melanggar pasal 363 ayat 2 KUHP.

”Atas perbuatan terdakwa yang telah terbukti di persidangan kami Majelis Hakim menghukum terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun dipotong selama terdakwa berada dalam tahanan,” ujar Windi saat membacakan putusannya.

Atas putusan ini terdakwa Zamri yang tidak didampingi oleh kuasa hukum menyatakan menerima, begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rabuli Sanjaya yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman pidana penjara yang sama.

Sekedar diketahui, kasus ini bermula saat terdakwa Zamri bersama- sama dengan rekannya yakni terdakwa Romi, terdakwa Pago Doli dan terdakwa Deni Gunawan yang disidang secara terpisah, merencanakan untuk mengambil barang-barang yang ada di Kedai Kopi Selera Bintan yang berada di Jalan Basuki Rahmat Kota Tanjungpinang, pada Senin (3/3) lalu.

Selanjutnya terdakwa menuju kedai Kopi selera Bintan dengan menggunakan mobil Toyota Avanza BP 1175 WY warna silver metalik. Setelah sampai di tempat itu terdakwa Romi dan terdakwa Pogo langsung menuju pintu belakang ruko Kedai Kopi Selera Bintan. Sedangkan terdakwa Zamri dan Deni menunggu aba-aba. Setelah pintu dirusak dengan menggunakan linggis yang dilakukan oleh terdakwa Romi dan Pogo barulah kedua terdakwa Zamri dan Deni masuk dan mengambil barang-barang berharga yang ada didalam etalase.

Tidak hanya itu saja, terdakwa Zamri dan Deni masuk ke lantai dua ruko dan membongkar brangkas milik korban Muhamad Yohan Ihwan. Akibat perbuatan terdakwa korban mengalami kerugian sebesar Rp 100 juta.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar