Hatanto Janji Pangkas Birokrasi Perizinan di BP Batam

1215
Pesona Indonesia
Walikota Batam Rudi SE didampingi Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad berjabatangan Kepala BP Batam Hatanto dan Wakil BP Batam saat pertemuan pejabat BP Batam dengan jajaran Pemko Batam, Selasa (12/4/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Walikota Batam Rudi SE didampingi Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad berjabatangan dengan Kepala BP Batam Hatanto dan Wakil BP Batam saat pertemuan pejabat BP Batam dengan jajaran Pemko Batam, Selasa (12/4/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hatanto Reksodiputro, berjanji akan memangkas birokrasi perizinan di institusinya.

Dia meyakini, proses perizinan yang mudah dan murah merupakan modal penting untuk mengembalikan kejayaan iklim investasi di kota industri ini.

Ia juga sudah bertemu dengan Wali Kota Batam Rudi dan jajarannya. Wali Kota Batam juga memiliki komitmen sama dengannya untuk memangkas semua perizinan yang ada sangkut pautnya dengan Pemko Batam.

Demi mewujudkan itu, Hatanto mengatakan akan meningkatkan layanan perizinan berbasis online. Sehingga para pengusahan dan calon investor dapat mengurus perizinan dari mana saja tanpa harus berurusan dengan birokrasi yang rumit.

“Bahkan untuk tanda tangan pun nanti dibuat online saja. Jadi tidak ada pertemuan orang per orang,” kata Hatanto, Selasa (12/4/2016).

Hatanto mengatakan, sudah saatnya BP Batam berbenah dengan memberikan pelayanan yang mudah bagi semua pihak. Sebab selama ini, banyak pengusaha dan calon investor yang mengeluhkan rumitnya mengurus izin di BP Batam.

“Kami akan membuat izin ini semakin mudah dan harus lebih cepat. Pelayanan juga harus ditingkatkan,” katanya.

Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Tri Novianta, mengatakan sistem online dalam perizinan sebenarnya sudah dilakukan untuk kemudahan perizinan. Hanya saja, sistem online ini belum menyeluruh di semua jenis perizinan.

Menurut dia, selain memudahkan pengusahan, sistem online ini juga meringankan kerja pegawai BP Batam.

“Kalau masih manual, bisa saja kami yang mati di tempat duduk untuk mengerjakan itu. Makanya sekarang ini lebih mudah dan lebih cepat,” katanya.  (ian/hgt)

Respon Anda?

komentar