Jalan Provinsi Lintas Timur Lingga Butuh Perhatian Serius

1201
Pesona Indonesia
Kondisi jalan lintas timur dan bukit baygon yang tinggi dan rusak parah. Pemkab Lingga harapkan keseriusan dan perhatian pemprov untuk membangun jalan provinsi ini.  foto: hasbi/batampos
Kondisi jalan lintas timur dan bukit baygon yang tinggi dan rusak parah. Pemkab Lingga harapkan keseriusan dan perhatian pemprov untuk membangun jalan provinsi ini. foto: hasbi/batampos

batampos.co.id – Dari tahun ke tahun, kondisi jalan lintas timur di Pulau Lingga semakin mengkhawatirkan. Kondisi jalan yang rusak parah sejak 20 tahun terakhir belum sama sekali mendapat pembenahan. Padahal jalan tersebut adalah tanggung jawab Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Pantauan dilapangan, jalan dengan panjang lebih kurang 14 kilometer rusak parah. Aspal jalan menggelupas hebat. Bahkan hanya tersisa tanah merah. Belum lagi lubang-lubang sedalam 30 centimeter bekas gerusan air hujan. Begitu juga semak belukar yang membuat jalan semakin kecil. Sementara bukit tinggi, mulai dari bukait Baygon, Bukit Bayi yang rusak parah kerap menimbulkan korban lakalantas. Warga banyak yang jatuh saat melintas ditambah kondisi jalan gelap saat malam hari tanpa satupun penerangan.

“Kita minta pemerintah, tolonglah benahi jalan ini. Jalan inilah satu-satunya akses kita ke ibukota kabupaten maupun ke pelabuhan Tanjung Buton untuk transportasi maupun mengirim barang hasil laut dan perkebunan. Ada puluhan kampung dan desa juga kecamatan yang dilewati. Jangan tutup matalah,” kata Pak Long, tokoh masyarakat Lingga Timur, Selasa (12/4).

Jenuh, namun warga tetap berharap pemerintah segera mencarikan solusi memperbaiki lintas darat ini. Apatah tidak, sejak masih tergabung dengan Provinsi Riau, hingga menjadi kabupaten di bawah Provinsi Kepri, jalan provinsi tersebut belum sama sekali disentuh pemerintah. Jalan yang rusak ini menjadi penghubung mulai dari Desa Musai, Bukit Langkap, Kerandin, Bukit Harapan, Limbung, Keton, Pekaka, Teluk, Belungkur, Kudung dan ibukota kecamatan Lingga Timur di Sungai Pinang. Terdapat juga puluhan kampung-kampung kecil pemukiman warga nelayan dan petani.

“Susah kami menjual hasil laut dan kebun pak. Bingung kami mengadu kemana lagi,” timpal Pak Long yang kecewa 12 tahun kabupaten belum juga ada upaya perbaikan.

Sementara itu, melalui dana DAK yang disalurkan ke Dinas PU Kabupaten Lingga, pemerintah hanya mampu mengakomodir 3 kilometer jalan untuk dibenahi. Sementara sisanya akan kembali diusulkan ke Musenbang Provinsi Kepri oleh Alias Wello, Bupati Lingga.

Dikatakannya, wilayah lintas timur yang terdiri dari dua kecamatan yakni Lingga Timur dan sebagian desa Lingga Utara memiliki potensi pertanian dan perikanan yang luar biasa. Begitu juga aset pariwisata yang akan mendongkrak perekonomian Lingga. Sayangnya akses jalan, masih sangat buruk. Untuk itu, ia akan upayakan hal ini menjadi program prioritas pemprov untuk kabupaten Lingga.

“Kita akan usulkan lagi ke Musrenbang. Jalan ini bagaimanapun harus dibangun. Mempercepat ekonomi kerakyatan. Akses barang dan jasa, mempercepat pembangunan. Tanpa adanya akses yang memadai, mustahil hal ini akan tercapai. Kita harapkan perhatian serius pemprov. Kalau bisa meninjau langsung,” kata Awe.

Ia berharap, pada Musrenbang Provinsi mendatang, ada solusi yang jelas soal konektiviti yang menjadi cita-cita Alm Ayah Sani untuk Lingga tersebut. Pasalnya, semasa hidupnya Sani tegaskan, jalan Lintas Timur menjadi salah satu prioritas. Hal tersebut juga yang diharapkan Awe kepada Pemerintah Kepri agar tidak lupa akan kebutuhan warganya tersebut. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar