Pak MenPAN, Ribuan Honorer Pemko Batam Hidup dari Utang

1377
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Ribuan honorer di lingkungan Pemko Batam belum gajian selama empat bulan terakhir. Bahkan ada yang belum menerima haknya itu sejak Desember 2015 silam.

Kondisi ini membuat para honorer kian sulit. Sebab bukannya segera membayar gaji mereka, pihak Pemko Batam melalui dinas terkait justru menawarkan pinjaman kepada para honorer masing-masing.

“Gaji kami dibayar dengan pinjaman,” keluh seorang honorer yang berkantor di Sekupang, Selasa (12/4). Pria yang enggan ditulis namanya itu mengaku tidak tahu persoalan sebenarnya yang membuat gaji mereka tak kunjung cair.

Ia dan beberapa rekannya sesama honorer sebenarnya sudah sering menanyakan hal ini ke bagian kepegawaian di kantornya. Namun jawabannya tak pernah jelas.

“Jawaban mereka selalu berbelit,” ucapnya.

Terkait pinjaman yang ditawarkan pihak dinas itu, dia mengatakan tidak semua honorer mengambilnya. Sebab, selama ini sebagian besar honorer sudah utang sana-sini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dijelaskan, menurut informasi di kalangan honorer, saat ini Pemko Batam masih memverifikasi data honorer yang ada. Selanjutnya, Pemko Batam akan mengeluarkan surat keputusan (SK) baru dari hasil verifikasi data tersebut.

“SK inilah yang nantinya jadi acuan untuk pengambilan gaji,” katanya.

Melihat ruwetnya permasalahan ini, dia sendiri mengaku mulai berpikir-pikir untuk tetap bekerja sebagai honorer. Jika hingga pertengahan tahun ini gaji tak juga dibayarkan, dia mengaku akan memilih mengundurkan diri.

Sementara sebagian honorer mengaku sudah menerima gaji untuk Januari 2016. Kini mereka masih menunggu pembayaran gaji untuk bulan Februari hingga April.

“Baru terima yang Januari saja, sisanya masih belum keluar,” ujar seorang guru honorer di SD negeri di kawasan Sekupang, YR, Selasa (12/4).

Menurutnya tidak ada kejelasan dari pihak sekolah mengenai tertundanya pembayaran gaji.

Diakuinya dirinya bersama suami yang juga bestatus guru honor merasa kesulitan karena tak kunjung cairnya gaji, ditambah lagi kondisi dirinya yang sedang hamil. Dirinya berharap sisa gaji bisa segera dibayarkan. (bpos)

Respon Anda?

komentar