Partai Demokrat Belum Mau Bahas Pengganti Pasangan Kepala Daerah

699
Pesona Indonesia
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kepri, Husnizar Hood yang berasal dari Partai Demokrat. foto:dok
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kepri, Husnizar Hood yang berasal dari Partai Demokrat. foto:dok

batampos.co.id – Partai Demokrat belum membicarakan rencana penggantian pasangan kepala daerah Provinsi Kepulauan Riau. Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kepri, Husnizar Hood juga menyampaikan tahapan tersebut juga masih memerlukan proses yang panjang.

“Masih jauh, masih panjang, belum ada pembahasan sampai sana,” ujar politisi Demokrat yang ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Namun Husnizar menegaskan posisi wakil gubernur Kepri ini merupakan kesempatan terbuka untuk siapa pun. Selagi orang tersebut diakomodir oleh gubernur defenitif dan partai pengusung.

“Jangan di kotak-kotakkan. Siapapun dia, selagi diakomodir dia akan dipilih. Tentu partai pengusung juga akan mendengarkan apa keinginan dia, kami kan tak bisa menempatkan seseorang yang nantinya menjadi konflik,” tutur ujarnya.

Sementara untuk membahas pengganti pun saat ini masih dibicarakan terkait peraturan yang bakal diikuti.

“Aturannya kami juga masih ragu. Ada Undang-undang nomor 8 tahun 2015, tapi PP-nya belum ketemu. Apakah ke dewan itu hanya pemberitahuan. Atau apakah di dewan itu nanti memilih,” kata dia.

Untuk mengetahui ketetapan tersebut, dijelaskannya baik pihak partai maupun DPRD akan menunggu setelah defenitif dari gubernur.

“Pasti menteri akan mengeluarkan surat, aturan apa yang digunakan unuk penetapan itu. Baru partai pengusung baik internal maupun secara koalisi akan melakukan pertemuan itu,” terangnya.

Terkait proses penetapan calon, dijelaskan Nizar prosesnya sama seperti dulu mengusung almarhum Muhammad Sani sebagai gubernur.

“Akan diundang partai-partai itu. Akan didengarkan visi dan misi mereka, kapabel atau tidak. Dan diuji integritas dia. Serta melihat track recordnya, tidak bisa tibal-tiba turun dari langit,” terangnya.

Di internal pun, lanjut Nizar, akan dilakukan fit and proper test di pusat. Mengingat partai tidak akan sembarang memilih untuk dapat mengurus pemerintahan provinsi Kepri. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar