Pemkab Bintan Diminta Tutup PT MDM

565
Pesona Indonesia
Kantor PT MDM di Jalan Nusantara Batu 20, Bintan. foto:net
Kantor PT MDM di Jalan Nusantara Batu 20, Bintan. foto:net

batampos.co.id – Direktorat Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain (PNKNL) Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengintruksikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan untuk melakukan penyegelan atau menutup PT Multi Dwi Makmur (MDM) yang masih berdiri di Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur. Karena seluruh aset yang dimiliki perusahaan ini telah disita dan disegel sejak 2005 lalu oleh Tim Lukidasi (TL) akibat tidak bisa membayar pinjaman uang ke Bank Indonesia (BI).

“Kami dari PNKNL gak menyangka PT MDM masih ada keberadaannya di Bintan. Padahal seluruh asetnya sudah disita dan disegel oleh TL sejak 2005 lalu. Jadi kami minta Pemkab Bintan menindaklanjuti hal ini dengan melakukan penutupan PT MDM. Agar pihak-pihak yang mengakui dari PT MDM tak dapat melakukan penipuan lagi,” ujar Kepala Subdirektorat Kekayaan Negara Lain-lain III, PNKNL DJKN Kemenkeu, Aceng Machmud, kemarin.

Diceritakannya, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur BI Nomor 6/90/KEP-GBI/2004 tertanggal 13 Desember 2004 tentang pembekuan kegiatan usaha PT Bank Global Internasional Tbk. Jadi terhitung sejak 14 Desember 2004 BI sudah membekukan kegiatan usaha bank ini, hal ini dilakukan saat itu mengingat tidak adanya upaya baik dari direksi untuk menunjukan ataupun mematuhi ketentuan BI. Bahkan direksi bank tersebut melanggar berbagai komitmen tertulis yang disepakati antara direksi PT Bank Global Internasional Tbk dengan BI. Satu bulan kemudian tepatnya tertanggal 13 Januari 2005 Gubernur BI kembali menerbitkan SK Nomor 7/2/KEP-GBI/2005. Bunyi surat itu tentang pencabutan izin usaha PT Bank Global Internasional Tbk sehingga bank ini tidak boleh beroperasi lagi.

Ketika bank ini dilikuidasi, lanjutnya, dilakukanlah pemeriksaan oleh Mabes Polri. Saat diperiksa didapati surat berharga reksadana fiktif dan kredit fiktif. Bahkan melakukan penyitaan uang sebanyak Rp 16,5 miliar dari kantor perbankan ini di Jalan Gatot Subroto, Kav 27, Jakarta. Tidak hanya itu saja, kepolisian juga menemukan beberapa dokumen atau surat lahan yang dijaminkan PT Multi Dwi Makmur (MDM). Surat yang dijaminkan PT MDM inipun tidak berbentuk sertifikat melainkan surat bukti pelepasan hak lahan dari warga ke PT MDM. Sehingga berbagai aset milik PT Bank Global Internasional Tbk itu diselidiki oleh Mabes Polri. Pada 2014, Mabes Polri baru menyerahkan seluruh aset itu kepada TL PT Bank Global Internasional Tbk.

“Sebagian besar aset ini dilelang untuk membayar hutang kepada negara. Sedangkan aset lahan PT MDM yang dijaminkan ke Bank Global saat ini masih ditangan TL PT Bank Global Internasional Tbk di Menara Global Lantai 17, Jalan Gatot Subroto, Kav 27, Jakarta. Bahkan aset lahan berbentuk surat itu masih disegel oleh TL. Jika surat ini jelas, kami akan lelang ataupun dicairkan untuk membayar hutang bank ini ke negara. Tapi itu semua akan kami lakukan jika kami sudah menerima seluruh aset PT MDM dari tangan TL PT Bank Global Internasional Tbk,” akunya.

Walaupun penyerahan aset yang berbentuk surat lahan milik PT MDM belum diterima PNKNL DJKN Kemenkeu. Kata dia, PNKNL DJKN Kemenkeu tetap melakuan pengecekan dan meminta subcopiannya. Ketika dicek, sambungnya, ternyata surat lahan itu merupakan surat lama tahun 1998. Hal inilah membuat PNKNL DJKN Kemenkeu beserta TL menyambangi Kabupaten Bintan 2015 lalu untuk mencari tahu lokasi lahan dari aset yang disita. Dari penyisiran ke lokasi tepatnya di Kecamatan Bintan Timur, PNKNL DJKN Kemenkeu beserta TL heran melihat Kantor PT MDM masih berdiri megah di Jalan Nusantara Batu 20, Kelurahan Gunung Lengkuas. Padahal seluruh asetnya sudah disita, bahkan pemegang saham PT MDM ini sudah kabur ke luar negeri.

“Jadi sudah jelas bahwa PT MDM ini tidak ada lagi. Sehingga kami menegaskan kepada Pemkab Bintan untuk melakukan penutupan terhadap perusahaan ini. Begitu juga dengan masyarakat Bintan yang sering mengadu ke pihaknya agar tidak takut dan jangan mempercayai jika ada yang mengaku dari PT MDM. Kalau ada, laporkan saja orang yang mengaku ke pihak berwajib maupun terkait,” pungkasnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar