Penyimpanan BBM Senilai 740 Miliar di Bintan Akan Beroperasi November Ini

940
Pesona Indonesia
Tangki penyimpanan BBM yang terdapat di Tanjunguban, Bintan. Foto: Ist
Tangki penimbunan BBM yang terdapat di Tanjunguban, Bintan. Foto: Ist

batampos.co.id – Pengerjaan mega proyek upgrading fasilitas penimbunan gasoline di Tanjunguban, Bintan capai 83,98 persen.

Proyek senilai Rp 740 miliar dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) yang ditunjuk oleh PT Pertamina awal 2014 lalu.

“Pengerjaan fisik targetnya rampung Agustus tahun ini, November akan siap beroperasi,” kata Project Manager, Fatkhur Rakhman, saat site visit media, Senin (11/4).

Proyek tersebut meliputi pembangunan empat fasilitas penimbunan BBM dengan total kapasitas 200.000 kiloliter, pembangunan satu dermaga (Jetty) VII dengan kapasitas 100.000 DWT dengan panjang dermaga 540 meter, pembangunan fasilitas inline blending serta automation system. Selain itu, WIKA juga memodifikasi lima tangki eksisting berkapasitas 15.000 kiloliter.

Fatkhur merinci, tangki penyimpanan BBM yang dibangun baru berkapasitas 50.000 kiloliter dengan diameter tangki 60 meter.

“Tangki yang dibangun cukup besar, ini yang terbesar yang pernah dibangun,” katanya. Sementara Jetty kelak akan bisa disandari kapal tangki 35.000 DWT hingga 100.000 DWT.

Lanjut dia jantung proyek yakni pembangunan fasilitas inline blending, yakni proses pencampuran produk BBM untuk mendapatkan produk baru.

“Selama ini kan Premium maupun Pertamax ambil di Singapura. Dengan adanya ini kita bisa campur di sini,” katanya.

BBM dari tempat tersebut kelak akan disalurkan ke Sumatera, Kalimantan dan sebagian di Pulau Jawa. (cr13)

Respon Anda?

komentar