Warga Khawatir, Dewan Minta Pemko Tanjungpinang Evaluasi Letak Tower

580
Pesona Indonesia
Sejumlah tower yang berada di perumahan warga di bukit cermin Tanjungpinang, Selasa (12/4). F.Yusnadi/Batam Pos
Sejumlah tower yang berada di perumahan warga di bukit cermin Tanjungpinang, Selasa (12/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Ade Angga meminta Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang untuk mengevaluasi letak tower yang ada di Kota Tanjungpinang secara menyeluruh. Itu dilakukan untuk melihat tingkat keamanan tower bagi masyarakat sekitar.

“Kami minta Pemko Tanjungpinang mengevaluasi daya tangkal petir pada tower. Selain itu juga Pemko harus menginventarisir perjanjian-perjanjian lama dengan pihak perusahaan,” ujar Ade Angga, ditemui dalam pertemuan warga di Teluk Keriting, Selasa (12/4).

Permintaan Ade bukan tanpa alasan. Alasannya adalah, warga RT 2,4 dan 5 di RW 15 Kelurahan Tanjungpinang Barat mengadukan langsung kepada DPRD Kota Tanjungpinang terkait persoalan tower.

Persoalan yang diadukan, yaitu peralatan elektronik di 37 rumah yang berdekatan dengan salah satu tower perusahaan provider rusak akibat disambar petir.

“Seharusnya jika petir menyambar tower, petir itu harusnya ground ke bawah, bukan menyebar ke rumah warga,” ujar Ade Angga, yang saat itu juga bersama anggota DPRD Kota Tanjungpinang lainnya, yaitu Ashadi Selayar dan Simon Awantoko.

Kejadian serupa, dikatakan Ade Angga tidak hanya terjadi di Teluk Keriting. Melainkan di kawasan lain yang terdapat tower-tower telekomunikasi.

Menanggapi permintaan tersebut, Sekretaris Kota (Seko) Tanjungpinang, Riono mengatakan saat ini tengah melakukan inventarisir terhadap izin tower yang ada di Kota Tanjungpinang. “Hari ini (kemarin, red) saya sudah instruksikan Satpol PP untuk inventarisir,” ujarnya.

Penginventarisasian yang dilakukan ini, kata Riono adalah semacam bentuk pembaharuan terhadap peraturan. “Karena sekarang kita punya Perda yang mengatur persoalan tower,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar