Tiga Pendaftar Pemilihan Rektor Unihaz Lolos Verifikasi

1734
Pesona Indonesia

unihaz1

batampos.co.id – Tiga akademisi yang telah mendaftarkan diri mengikuti Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH (Unihaz) Bengkulu, telah berhasil melewati fase verifikasi berkas. Ketiganya berhak mengikuti proses presentasi action plan yang akan digelar 27 April mendatang.

Ketiga pendaftar tersebut yakni Dr. Ir. Yulpiverius yang merupakan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) yang juga dosen Fakultas Pertanian Unihaz. Lalu Dr. Syafrudin AB, MM yang merupakan mantan Rektor Unihaz sebelum akhirnya dipercaya Pemprov Bengkulu menjabat Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Bengkulu pada era Gubernur Junaidi Hamsyah S.Ag, M.Pd.

Satu pendaftar lainnya adalah calon incumbent Prof. Dr. H. Syanurdin, M.Pd yang disinyalir memiliki kans yang kuat untuk kembali duduk sebagai Rektor Unihaz pada pemilihan mendatang.

“Ya, semua bakal calon lolos verifikasi senat. Dan kemudian pada tanggal 26 April mendatang, ketiganya akan diundang oleh senat untuk mengambil nomor undian guna presentasi action plan,” ungkap Ketua Panitia Seleksi Pilrek Unihaz Nediyanto Ramadhan, SH, MH kepada Radar Bengkulu (Jawa Pos Group), Rabu (13/4).

Adapun penilaian yang akan dilakukan dalam presentasi action plan, yakni pemaparan visi dan misi bakal calon. Kemudian juga langkah-langkah selama empat tahun kedepan dari bakal calon apabila nantinya terpilih sebagai rektor Unihaz. Pada fase presntase action plan ini, dihadiri oleh seluruh senat kampus dan badan pengurus Yayasan Semarak Bengkulu.

“Dalam pemaparan action plan ini, yang tidak hadir akan dinyatakan gugur. Apabila gugur, maka kita kembalikan kepada senat dan yayasan untuk proses selanjutnya seperti apa. Karena sesuai aturan Unihaz, calon rektor tidak boleh kurang dari tiga orang,” kata Nediyanto.

Setelah fase presentase action plan ini, selanjutnya akan dilaksanakan pemungutan suara untuk bakal calon rektor Unihaz. Suara terbanyak nantinya akan menjadi rujukan bagi pihak Yayasan dalam menyalurkan hak suaranya pada pemilihan rektor tahap akhir yang akan dilaksanakan pada 24 Mei mendatang.

“Yayasan memiliki satu hak suara walaupun pengurusnya ada beberapa orang. Jadi hasil pemungutan suara tahap I ini bisa menjadi bahan pertimbangan pihak Yayasan untuk memilih calon rektor pada pilrek mendatang,” jelas Nediyanto. (JPG)

Respon Anda?

komentar