Dinding Keramik Pasar Baru Siantan Rontok, Padahal Habiskan Anggaran Rp 1,85 M

751
Pesona Indonesia
Seorang warga melintasi Pasar Baru Siantan. Tampak keramik yang terpasang di tiang bangunan rontok tanpa sebab. foto:syahid/batampos
Seorang warga melintasi Pasar Baru Siantan. Tampak keramik yang terpasang di dinding bangunan rontok tanpa sebab. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Pasar Baru Siantan baru saja selesai dilakukan revitalisasi dengan anggaran kurang lebih Rp 1,85 miliar menggunakan anggaran APBD tahun 2015. Namun belum lama dibangun, ada empat keramik yang dipasang dibagian tiang disamping bangunan rontok tanpa sebab.

Hal ini mengindikasikan bahwasanya pembangunan pasar itu dilaksanakan secara asal-asalan dan diduga hasil bangunannya tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Salah seorang warga Tarempa, Mardan, mengaku mengetahui bahwasanya uji beton bangunan pasar itu dilaksanakan di Batam dengan ukuran kekuatan K50. Menurutnya ukuran itu tidak pernah digunakan di Anambas.

“Di Anambas ini rata-rata menggunakan kekuatan K25, artinya ada ketidaksesuaian antara dokumen dengan pekerjaan yang ada di lapangan,” ungkapnya kepada Batampos (group batampos.co.id), Rabu (13/4) siang.

Dari dokumennya harus menggunakan kekuatan tiang yang baru dengan kekuatan lebih dari pada tiang yang lama, namun pada saat pekerjaan berlangsung, tiang yang lama tidak dirobohkan. Untuk menutupi agar tiang lama tidak kelihatan, maka tiang itu ditutup dengan menggunakan keramik ukuran 60×60 senti meter. “Kemungkinan dipasang keramik karena akan menutupi balok tiang lama,” jelasnya.

Ia berharap instansi dan penegak hukum peka terhadap kejadian ini sehingga pihak yang telah berbuat curang bisa dicari untuk dimintai keterangan supaya membuat efek jera kepada para pelaku kecurangan ini. “Seharusnya penegak hukum peka terhadap kejadian ini,” tandasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar