Dalami Kasus Investasi, Plt Dirut PT BM Diperiksa Jaksa

1770
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Dok.JPNN
Ilustrasi. Foto: Dok.JPNN

batampos.co.id – Penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu memeriksa pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PT. Bengkulu Mandiri (PT.BM) Otten Dikfried, Rabu (12/4).

Otten diperiksa terkait kasus investasi dana di tubuh PT. BM yang diduga terjadi penyimpangan yang mengakibatkan timbulnya kerugian negara.

Untuk kali pertamanya, Otten diperiksa dan beliau mengaku siap menjadi saksi sampai kasus tersebut bergulir di persidangan.

“Hari ini (kemarin) saya diperiksa jaksa Hari SH terkait kasus PT.BM. Intinya saya ditanya apakah terjadi kerugian dalam kasus yang sedang diusut ini, ya saya bilang memang terjadi kerugian pastinya.

“Kita hitung saja seperti Aliang yang meminjam dana Rp 4 miliar. Kalau umpamanya Rp 1 miliar itu bunga banknya Rp 15 juta perbulan, berarti kan kita rugi Rp 60 juta sebulan. Aliang itu nggak bayar sejak tahun 2010 sampai 2015,” papar Otten.

“Saya jelaskan PT.BM itu kan pada dasarnya APBD yang dipisahkan atau kata lainnya adalah tetap uang negara. Jadi mereka yang meminjam tapi belum mengembalikan tetap harus mempertanggungjawabkan uang itu.

“Uang yang dipinjamkan saat direktur yang lama itu Rp 10 miliar lebih dengan rincian Aliang Rp 4 miliar, Ade Tarigan Rp 2 miliar, Bidadari Rp 1 miliar, Kinal Rp 1 miliar, CV Rimbun Jaya Sejati Rp 1 miliar. Saya kurang ingat persis karena itu terjadinya di 2 Dirut sebelum saya,” beber Otten.

Tidak banyak yang bisa disampaikan atau dijawab oleh Otten karena dirinya baru beberapa hari menjabat Plt Dirut. “Saya jelaskan bahwa saya lebih banyak merapikan masalah internal perusahaan dan merapikan bagaimana perusahaan ini bisa lebih bagus.

Namun saya berharap saya bisa jadi saksi sampai sidang selesai. Harus sampai selesai dan semoga gubernur mempertahankan saya sampai masalah ini selesai agar kedepan jangan diperiksa terus. Kasihan PT.BM ini citranya sudah bagus tapi karena teman-teman yang lama diperiksa terus,” ujarnya.

Kajari Bengkulu I Made Sudarmawan SH, MH tidak membenarkan soal pemeriksaan Otten sebagai saksi. Dia mengatakan dalam waktu dekat tim penyidik akan meminta BPKP untuk melakukan audit penghitungan kerugian negara.

“Kita mau mengecek dulu kerugian keuangan negara. Mungkin dalam minggu ini koordinasi kepada BPKP dan rapat dengan teman-teman jaksa di pidsus,” demikian Made.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi penyertaan modal (Investasi) dari dana APBD Provinsi tahun 2006-2007 sebesar Rp 28 miliar kepada pihak PT Bengkulu Mandiri (PTBM) mulai diusut oleh Kejari Bengkulu tahun 2014. Saat ini statusnya sudah naik ke tahap penyidikan.

Dana tersebut diinvestasikan kepada beberapa perusahaan, sebagai pihak ketiga. Seperti Wedika, Sinar Makmur, Rimbun Taya, Taman Endah dan lainnya.

Namun dari beberapa perusahaan, banyak yang angsurannya macet. Jangankan pembayaran bagi hasil, pengembalian utang pokok saja banyak yang macet. Hal inilah yang ditenggarai menjadi kerugian bagi keuangan daerah.(JPG)

Respon Anda?

komentar