Lagi Mendoakan Sani, Dua Pejabat Pemprov Malah Bertengkar

1033
Pesona Indonesia
ilustrasi penganiayaan.
ilustrasi penganiayaan.

batampos.co.id РKejadian memalukan terjadi saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kepri  di Aula Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis pagi (14/4/2016). Dua pejabat terlibat cekcok.

Ironisnya, acara baru dimulai dan masih tahap mendoakan almarhum Gubernur Kepri HM Sani, namun tiba-tiba Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol Kepri,  Said Harris Jakob, mendatangi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Kepri Hasbi, yang duduk di bagian tengah. Ia tampak emosi.

“Hei kau (Hasbi), kubedal kau nanti,” teriak Said sambil mencoba memegang pangkal dagu Hasbi. Ekspresi Said terlihat hendak mencekik, namun Hasbi yang melihat aksi Said itu langsung mengelak.

Meski mengelak, Hasbi tampak cuek dan tak peduli dengan Said yang tiba-tiba marah kepadanya. Bahkan, saat Said terlihat hendak memukul kepalanya, Hasbi tampak tetap tenang. Namun matanya menatap ke arah Said pertanda ia awas kalau-kalau bogem mentah Said mendarat di wajahnya.

Beruntung peserta Musrembang lainnya melerainya hingga tak terjadi baku hantam.

Namun Said masih sempat melontarkan kalimat yang ternyata itulah pemicu Said marah ke Hasbi.

“Kau jangan gitu. Kalau pegawai mau pindah kau pakai minta uang,” ujar Said dengan nada tinggi sambil mencari tempat duduk kosong.

Kepada wartawan, Said kemudian menceritakan penyebab ia marah kepada Hasbi. Ia mengatakan ada seorang pegawai dari Dinas Kesehatan yang meminta pindah dari Natuna ke Pemprov Kepri. Semua pihak terkait di Natuna maupun di Pemprov Kepri sudah setuju, tinggal meminta persetujuan dari BKD Kepri yang dikepalai Hasbi.

Namun, prosesnya dinilai Said terhenti di Hasbi, sehingga Said marah ke Hasbi.

Belum diketahui, apa hubungan Said dengan pegawai itu. Namun Said dikenal sebagai kerabat Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul.

Hasbi sendiri mengaku tidak tahun masalah tersebut. Bahkan Hasbi mengaku berkas pegawai itu belum sampai ke tangan dia.

“Tak mungkinlah saya persulit kalau semua pihak sudah setuju, tapi berkasnya belum sampai ke saya,” kata Hasbi.

Habis mengaku heran dengan sikap Said. Semestinya, kata Hasbi, persoalan seperti ini bisa dibicarakan baik-baik.

“Saya akan laporkan ke pimpinan,” kata Hasbi. (jpg/nur)

Respon Anda?

komentar