Nelayan Bintan Keluhkan Aktivitas Turis Memancing Ikan

1071
Pesona Indonesia
Suasana pada perhelatan Festival Memancing Bintan, tahun lalu. HNSI Bintan meminta pemerintah daerah mulai menimbang perlunya peraturan tentang aktivitas memancing bagi turis agar tidak mengorbankan pendapatan nelayan. F. Fatih Muftih / Batam Pos.
Suasana pada perhelatan Festival Memancing Bintan, tahun lalu. HNSI Bintan meminta pemerintah daerah mulai menimbang perlunya peraturan tentang aktivitas memancing bagi turis agar tidak mengorbankan pendapatan nelayan. F. Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Nelayan-nelayan di seputaran Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, mengeluhkan aktivitas turis memancing di perairan tempat mereka biasa mencari ikan. Keluhan ini dibawa langsung oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bintan, Baini ke rapat kerja bersama Wakil Bupati Dalmasri, Rabu (13/4).

Baini mengungkapkan, keluhan nelayan itu sudah sejak lama dilaporkan. Namun, baru kali ini dapat di bahas dalam sebuah rapat khusus. Umumnya, nelayan Teluk Bintan, melihat aktivitas memancing yang dilakoni turis-turis mancanegara saban akhir pekan ini terbilang merugikan. “Ada turis dan ada juga pemancing liar. Secara langsung ini berimbas pada hasil melaut nelayan sekitar,” kata Baini.

Tak menutup mata, Baini juga mengakui bahwasanya aktivitas memancing masuk dalam skema pembangunan iklim pariwisata Bintan. Hanya saja, bila tidak ada aturan yang mengikat, ia mengkhawatirkan terjadi penyalahgunaan. “Siapa yang tahu kalau mereka rupanya mancing bukan untuk senang-senang. Tapi cari ikan sebanyak-banyaknya dan dibawa ke luar negeri,” ungkapnya.

Bila sekadar aktivitas liburan, tentu jumlah ikan yang ditangkap bisa saja diatur kapasitasnya. Namun, bila sampai pada penangkapan ikan ilegal ini bakal sangat merugikan. Nelayan-nelayan Bintan tidak menghendaki hal itu terjadi. Karena hasil laut jadi sandaran utama ekonomi mereka. “Kami pikir memang sudah semestinya ada aturan tentang itu. Agar pariwisata Bintan tetap maju dan nelayan-nelayan Bintan tetap bisa dapat ikan sebagaimana mestinya,” ucap Baini.

Kepala Stasiun Karantina Perikanan, Nyoman Suardana menimpali, memang hingga kini belum ada aturan yang mengatur untuk turis yang memancing dalam skala besar maupun skala kecil. Bila kondisi semacam ini tidak lekas diantisipasi, dikhawatirkan eksploitasi besar-besaran di laut Bintan bakal terjadi. Dan ini yang tidak dikehendaki.

Dinas Kelautan dan Perikanan Bintan menerima masukan serta keluhan HNSI tersebut. Kepala DKP Bintan, Elizar Juned mengatakan, dalam waktu dekat akan membentuk sebuah tim khusus yang bakal berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri dan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI di Jakarta. “Biar langsung ada aksi mengatasi permasalahan ini sehingga tidak berlarut-larut melebar ke wilayah Bintan lainnya,” ujar Elizar.

Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam, yang memimpin rapat tersebut juga sepakat, aturan mengenai aktivitas memancing di kalangan turis ini mesti disikapi secara cepat dan tepat. Kalau memang mesti melibatkan komunikasi dan koordinasi hingga ke pemerintah pusat, Dalmasri menegaskan, hal itu harus segera dilakukan. “Ini dua sisi yang mesti diperhatikan. Ada sisi pariwisata dan keberlangsungan kehidupan nelayan. Dua-duanya adalah prioritas Pemkab Bintan,” pungkas Dalmasri. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar