Pelabuhan Kontainer Kelas Dunia akan Dibangun di Natuna

608
Pesona Indonesia
Kepala Bappeda Pemprov Kepri Naharuddin. foto:aulia rahman/batampos
Kepala Bappeda Pemprov Kepri Naharuddin. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Kepala Bappeda Pemprov Kepri Naharuddin menyatakan, pembangunan Natuna merupakan prioritas pemerintah, karena masuk kawasan strategis nasional. Bahkan di Natuna akan dibangun pelabuhan kontainer skala internasional.

Dikatakan Naharuddin, Natuna adalah kawasan strategis nasional, sehinggga terdapat legitimasi dalam perencanaan. Pemerintah Kabupaten Natuna pun mesti memperjuangkan sebagai daerah perbatasan. Pemerintah Provinsi Kepri akan membantu dan mensuport bersama Kementerian dan lembaga terkait.

“Kebijakan pusat telah direncanakan dibangun pelabuhan kontainer dunia, wacana ini tidak main-main. Jajaran Pemkab Natuna secapatnya merencanakan dan persiapan. Memang
secara teknis di Kementerian,” sebut Naharuddin di Ranai kemarin.

Dikatakan Naharuddin, kelemahan daerah selama ini saat meminta atau menjolok program melalui dana pusat adalah tidak terencana maksimal. Pemerintah daerah hanya mengusulkan program melalui surat, tetapi tidak dilengkapi perencanaan. Sehingga program yang diusulkan lambat direalisasikan pemerintah pusat.

“Kalau meminta program yang urgensi, harus dilengkapi perencanaannya. Misalnya minta kapal, harus dilengkapi desain kapalnya, jenis apa yang diminta. Kalau tidak, sekuat apapun Bupati tanda tangan surat, bakal tidak bisa direalisasi,” sebut Naharuddin.

Dikatakannya, pemerintah provinsi sudah menargetkan beberapan pelabuhan di Natuna tahun ini mulai difungsikan. Diantaranya pelabuhan Pelni di Kecamatan Serasan, Kecamatan Midai, dan Kecamatan Pulau Laut.

Bahkan Pemerintah Provinsi, memperjuangkan penambahan dua kapal penumpang untuk melayani ke Natuna. Memang janjinya tahun 2016 ini, namun pengadaannya disamakan permintaan di wilayah Timur, pembuatannya menunggu diselesai, keseluruhannya 52 kapal, dua unit dipastikan untuk wilayah Kepri.

“Penambahan dua kapal penumpang ini, rute ke Natuna semakin singkat. Biasanya 7 hari, tapi sudah empat hari sekali,” kata Naharuddin.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar