Pemkab Karimun Siapkan Rp 5 Miliar untuk Pembangunan Jalan Sidomoro

1146
Jalan Sidomoro yang rusak bak kubangan kerbau karena 14 tahun tak tersentuh perbaikan. foto:polister/batampos
Jalan Sidomoro yang rusak bak kubangan kerbau karena 14 tahun tak tersentuh perbaikan. foto:polister/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun telah menyiapkan dana sebesar Rp5,3 miliar untuk meningkatkan pembangunan di Kecamatan Moro. Salah satunya, untuk peningkatan Jalan Sidomoro yang sudah belasan tahun tidak mendapatkan perhatian akan segera diaspal.

”Memang Jalan Sidomoro menjadi salah satu priotas kita untuk ditingkatkan menjadi lebih baik. Kita sudah mengetahui bahwa jalan tersebut menjadi salah satu jalan utama yang digunakan masyarakat. Pada saat saya melakukan kunjungan kerja ke Moro tahun lalu dan sempat melalui jalan tersebut. Dan, kemudian saya meminta kepada Dinas PU untuk turun ke lapangan untuk melakukan perhitungan, sehingga pada tahun ini jalan itu dapat diaspal,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Rabu (13/4).

Alhamdulillah, kata Bupati, meski kondisi anggaran saat ini mengalami penurunan dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya, namun karena menjadi priortas, maka pada tahun ini dapat dianggarkan dengan nilai Rp5,3 miliar. Pada tahun ini juga akan dikerjakan dan kemudian dapat dinikamati. Dia berharap dengan ditingkatkannya jalan tersebut menjadi jalan aspal, akan memberikan dampak ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Tidak hanya di Pulau Karimun yang menjadi perhatian kita dalam meningkatkan dan mengembangkan pulau-pulau yang ada di Kabupaten Karimun. Melainkan, program pembangunan yang telah kita siapkan secara menyeluruh dan berskala prioritas. Baik, pembangunan secara fisik dan juga pembangunan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM),” papar Rafiq.

Untuk pelaksanaan pembangunan Jalan Sidomoro, Rafiq menyebutkan, dia sudah menanyakan langsung ke Dinas PU bahwa saat ini sedang dilaksanakan proses lelang. ”Untuk bisa melaksanakan proyek pembangunan ini tentunya harus mengikuti tahapan dan prosedur yang berlaku. Laporan yang saya terima bahwa sekarang sedang dilaksanakan proses lelang untuk konsultan perencanaan. Setelah itu, baru dilakukan lelang proyek fisiknya,” jelasnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar