Polda Kepri Cokok Ketua LSM BP Migas Natuna Terkait Korupsi Rp 3,2 M

1009
Pesona Indonesia
 Muhammad Nazir. foto:net
Muhammad Nazir. foto:net

batampos.co.id – Setelah berbulan-bulan melakukan penyelidikan, akhirnya Polda Kepri menetapkan tersangka terhadap Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Perjuangan (BP) Migas Natuna, Muhammad Nazir atas korupsi senilai Rp 3,2 miliar. Nazir diduga melakukan pelaporan dana fiktif selama tahun 2011, 2012 dan 2013. Selama tiga tahun tersebut, Nazir mendapatkan dana bantuan sosial (bansos) dari Pemkab Natuna sebesar Rp 4,45 miliar.

Tapi dalam pelaporannya dan pertanggungjawabannya, Nazir hanya melaporkan penggunaan dana sebesar Rp 1,25 miliar. Sementara sisa dari dana yang didapatkan oleh Nazir, diduga meluncur ke kantongnya sendiri.

“Ada satu tim kita yang berangkat ke Natuna,” kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol, Budi Suryanto, Rabu (13/4).

Saat ditanya detail kasus ini, Budi mengungkapkan masih belum mendapatkan kabar. “Besok saja press release-nya,” ujarnya singkat.

Dari informasi yang didapat Batam Pos di Natuna, pencairan dana bansos ini pada awalnya untuk memberdayakan masyarakat Natuna. Pemberdayaan yang dilakukan, agar masyarakat Natuna yang tergabung dalam kelompok BP Migas ini dapat menggunakan dana tersebut untuk usaha dan pembangunan fasum.

Tapi ternyata dalam prosesnya, dana tersebut tak bergulir ke masyarakat. Nazir diduga menggunakan dana tersebut untuk keperluan pribadinya.

Pihak kepolisian menduga, Ketua LSM BP Migas ini bukanlah pemain tunggal. Sebab untuk pencairan butuh orang dalam. Selain itu tak terendusnya bansos bermasalah ini, selama bertahun-tahun. Diduga kuat, ada orang penting yang memuluskan rencana Nazir. Bila tidak, sudah sejak lama Nazir diciduk dan dilaporkan ke kepolisian.

Informasi yang beredar, menyebutkan orang kuat di Natuna lah yang membekingi kegiatan Nazir selama ini. Mengenai keterlibatan pihak lain ini, kepolisian menyebutkan bahwa itu masih dalam pendalaman.

Dalam penangkapan Nazir ini, Kasubdit III Ditreskrimsus AKBP Arif Budimana turun langsung memimpin. Informasi yang didapat Batam Pos, Arif bersama dengan tiga orang anggotanya langsung mencokok Nazir di kediamannya. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar