Pura-Pura Jadi Pembeli, Seorang Wanita Bermobil di Bintan Bawa Kabur Emas Perhiasan

624
Pesona Indonesia
emas perhiasan.
emas perhiasan.

batampos.co.id – Pelaku pencurian yang belum diketahui indetitasnya berhasil menggondol emas perhiasan seberat enam gram di Toko Emas Fajar Baru, Jalan Yos Sudarso, Tanjunguban, Selasa (12/4) sekitar pukul 20.30 WIB. Modus yang dilakukan pelaku tersebut dengan cara mengelabui pemilik toko emas. Ia berpura-pura sebagai pembeli.

“Saat saya sedang sibuk membuat kuitansi pembelian emas seharga Rp 4 juta. Tiba-tiba saja pembeli itu kabur membawa perhiasan emas tersebut dengan menumpangi mobil Toyota Avanza warna hitam. Tapi saya tak melihat jelas jumlah orang yang di dalam mobil, begitu juga dengan nomor platnya. Tapi yang beli seorang wanita,” ujar pemilik Toko Emas Fajar Baru, Safar di tokonya, Rabu (13/4).

Diceritakannya, malam itu, sekitar pukul 20.00 WIB, mobil Toyota Avanza warna hitam berhenti di depan tokonya. Ketika itu juga ia melihat seorang wanita keluar dari mobil mendatangi dirinya untuk membeli perhiasan emas. Beberapa menit melihat perhiasan yang dipajang di meja kaca, akhirnya wanita itu berkeinginan untuk membeli seutas kalung emas 23 Karat seberat enam gram. Saat itu antara ia dan wanita itu sempat tawar menawar harga hingga disepakati harga seutas kalung emas itu sebesar Rp 4 juta.

Usai kesepakatan harga, lanjutnya, iapun bergegas membuatkan kuitansi pembelian kalung emas. Tanpa sepengetahuannya, ketika kuitansi itu selesai dibuat, wanita itu sudah tidak berada dihadapannya. Melihat kalung emas tak berada di tempatnya lagi barulah ia tersadar dan sempat berteriak namun wanita itu sudah kabur menumpangi mobil Toyota Avanza tersebut.

“Saya seperti dihipnotis. Pasalnya saat melihat pembeli, seperti yakin bahwa itulah rezeki saya. Tapi nyatanya pembeli itu membawa kabur kalung emas itu tanpa sepengetahuan saya. Sehingga saya laporkan hal ini ke polisi,” akunya.

Sementara Kapolsek Bintan Utara, Kompol Razali Udin membenarkan adanya kasus pencurian sebuah kalung emas seberat enam gram yang ditaksir Rp 4 juta. Pencurian yang dilakukan pelaku ini dengan modus menyamar sebagai pembeli. Dengan berbagai cara pembeli akan membuat pemilik atau penjaga toko emas itu lengah, sehingga dengan leluasa pelaku membawa kabur perhiasan tersebut.

“Modus seperti ini sebenarnya sudah lama. Seperti yang dialami Safar, ketika bersangkutan sedang dibuat sibuk oleh pelaku yang menyamar jadi pembeli. Celah inilah yang dimanfaatkan pelaku untuk membawa kabur emas yang telah diincarnya,” katanya.

Memang dari keterangan pemilik toko emas atau korban, lanjutnya, pelaku dan korban sempat melakukan tawar menawar harga emas. Bahkan untuk mempercayai korban, pelaku menunjukkan uangnya dengan besaran sesuai dengan kesepakatan. Merasa percaya bahwa pelaku ingin bertransaksi maka korbanpun membuatkan tanda buktinya yaitu kuitansi. Namun saat membuat kuitansi tersebut pelaku berhasil membawa kabur kalung emas bahkan juga berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.

“Kita juga sudah mendapatkan keterangan saksi-saksi. Jadi kasus ini sedang dalam penyelidikannya,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar