Sudah 20 Hari, Lokasi 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Tak Diketahui

1488
Pesona Indonesia
Hendrik Sahabat, menunjukkan foto abang sepupunyan Peter Tonsen Barahama di rumahnya Perumahan Mukakuning Paradise Blok J8 Kelurahan Tempayan, Batuaji, Selasa (29/3). Peter Tonsen Barahama disandera bersama 9 rekan-rekannya. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Hendrik Sahabat, menunjukkan foto abang sepupunyan Peter Tonsen Barahama di rumahnya Perumahan Mukakuning Paradise Blok J8 Kelurahan Tempayan, Batuaji, Selasa (29/3). Peter Tonsen Barahama disandera bersama 9 rekan-rekannya. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id –  Kamis (14/4/2016) hari ini, genap 20 hari 10 anak buah kapal (ABK Brahma 12 disandera militan Abu Sayyaf. Namun nasib mereka belum jelas. Bahkan, lokasi penyanderaan kini idfak diketahui lagi.

Operasi militer pasukan khusus Filipina di Pulau Basilan beum kunjung menemukan di mana lokasi 10 WNI yang disandera. Sementara, pemerintah Indonesia hanya bisa bicara aman dan terkendali.

Pemerintah menyatakan masih mengandalkan soft diplomacy untuk menyelamatkan para WNI yang disandera.

’’Saat ini sedang dalam tahap penyelesaian, dan mudah-mudahan bisa segera terealisasi (pembebasan seluruh WNI),’’ terang Sekretaris Kabinet Pramono Anung kemarin di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (13/4/2016).

Dia menjamin, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap aksi penyanderaan yang sudah berlangsung selama 19 hari kemarin. Tentunya, dengan tetap menghormati kedaulatan negara Filipina sebagai pemilik otoritas wilayah.

Meskipun demikian, Pram menolak menjawab saat disinggung mengenai bentuk soft diplomacy yang dilakukan pemerintah Indonesia.

’’Ada hal yang tidak bisa diungkapkan ke publik,’’ ucap mantan Sekjen PDIP itu. Yang jelas, upaya pemerintah tidak akan dihentikan sampai seluruh sandera, khususnya WNI, bebas.

Di sisi lain, pihak militer Filipina terus menekan Kelompok Abu Sayyaf yang berada di Pulau Basilan. Menurut lansiran situ berita The Philippines Star, operasi militer di masih dilakukan secara sporadis di wilayah perhutanan Tipo-tipo, Basilan.

Hal tersebut dilakukan untuk memojokkan sisa pasukan Abu Sayyaf yang melakukan menyergap dan membunuh 18 tentara Filipina pada Sabtu (9/4/2016) .

’’Operasi masih terus dilanjutkan tanpa ada pembiaran terhadap sisa kelompok penyandera. Hasilnya, saat ini kami berhasil menangkap tiga anggota Abu Sayyaf di wilayah operasional,’’ ujar Juru Bicara Markas Komando Mindanao Barat Filemon Tan.

Ini merupakan kali pertama tentara Filipina bisa menangkap anggota kelompok Abu Sayyaf hidup-hidup.Selama ini, militer filipina selalu menemukan pasukan Abu Sayyaf terbunuh. Angka korban tewas dari pihak separatis tersebut sudah total 24 hingga kemarin.

Filemon menolak untuk memberikan keterangan detil identitas terhadap siapa saja yang berhasil ditangkap. Sebab, mereka bakal melalui interogasi yang menentukan langkah selanjutnya bagi operasi militer di Pulau Basilan.

’’Saat ini, kontak senjata berjalan secara sporadis tanpa korban dari pihak kami. Namun, kami harus hati-hati karena sisa anggota dikabarkan sudah dalam posisi bertahan,’’ ungkapnya,

Filipina mengerahkan lima batalyon ditambah dengan pasukan penyergap untuk memburu sekitar 80 pasukan kelompok Abu Sayyaf. Dalam wilayah Basilan, Kelompok Abu Sayyaf sendiri dipimpin oleh Isnilon Hapiolan dan Furuji Indama. (bil/byu/kim/jpgrup)

Baca Juga:
> Tunggu Komando, Pasukan TNI Siap Gempur Militan Abu Sayyaf
> Kata Menlu, 10 Sandera Selamat dari Serangan
> Militer Filipina Mengamuk, 8 Militan Abu Sayyaf Ditembak Mati
> Filipina Tetap Lanjutkan Operasi Pembebasan Sandera
> Ahli Bom Militan Abu Sayyaf Tewas
> Inilah Hambatan bagi TNI untuk Serbu Kelompok Abu Sayyaf
> Abu Sayyaf Suka Menculik lalu Minta Tebusan
> Militer Filipina Berguguran, JK Tetap Yakin 10 WNI yang Disandera Aman
> Mau Bebaskan 10 WNI yang Disandera, 18 Tentara Filipina Tewas, 59 Luka
> Militer Filipina Bentrok dengan Abu Sayyaf, Pemerintah Klaim 10 WNI Masih Aman
> Abu Sayyap Akhirnya Bebaskan Satu Orang Sandera
> Sandera Abu Sayyaf: 10 WNI, 1 Italia, 1 Belanda, 2 Kanada, 1 Norwegia, 3 bakal Dieksekusi Hari Ini
> Batas Tebusan Sandera Berakhir Hari Ini, Retno: 10 WNI Masih Hidup
> Perusahaan Siap Tebus Peter Cs, Warga Batam yang Disandera Abu Sayyaf
> 4 WN Malaysia yang Diculik Diduga Sudah di Markas Abu Sayyaf
> 4 Bulan Lalu, WN Malaysia Dipenggal Militan Abu Sayyaf
> Ini Nama 4 WN Malaysia yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal TG Massive 6 Dirompak, 4 WN Malaysia Disandera, 2 WNI Lolos
> Batas Pembayaran Tebusan Diperpanjang 8 April, 10 WNI yang Disandera Dipecah Dua
> Pulang dari Filipina, Menlu Yakinkan 10 WNI yang Disandera Masih Aman
> Batas Waktu Pemberian Tebusan Habis, Keluarga 10 WNI Disandera Abu Sayyaf Khawatir
> Abu Sayyaf Banyak Link di Indonesia, Ini Saran Mantan Kombatan Filipina
> Batas Pembayaran Tebusan Berakhir Hari Ini, Menlu: 10 WNI yang Disandera Masih Hidup
> Filipina Tolak TNI Ikut Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
> Peter Cs Disandera Militan Abu Sayyaf Bersama 11 WNA
> Lokasi 10 WNI Disandera Sudah Diketahui, Tapi…
> Kalau Abang Tak Berangkat Kita Makan Apa? Eh, Ditangkap Militan Abu Sayyaf
> Tolong Selamatkan Peter dari Penyanderaan Abu Sayyaf!
> Menhan RI Kontak Menhan Filipina untuk Operasi Pembebasan Sandera
> Kapten Kapal yang Disandera Militan Abu Sayyaf Ber-KTP Batam
> Inilah Kekuatan Operasi Pembebasan 10 WNI yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> 10 WNI Disandera Militan Abu Sayyaf, Jokowi Kumpulkan Petinggi TNI
> Menanti Pasukan Khusus TNI Selamatkan 10 WNI yang Disandera di Filipina
> Ini Foto-Foto Kapten Kapal TB Brahma 12 yang Disandera Militan Abu Sayyaf
> Kapal WNI yang Disandera Bawa 7.000 Ton Batu Bara
> 10 WNI Disandera, Militan Abu Sayyaf Minta Rp 15 Miliar

Respon Anda?

komentar