Warga Batam Jangan Parkir di Jembatan Satu Ya, Kabelnya Karatan dan Ada yang Putus

1643
Pesona Indonesia
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI bekerja sama dengan Koica dan Kistec dari Korea Selatan mengecek konstruksi Jembatan Fisabillilah, Rabu (23/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI bekerja sama dengan Koica dan Kistec dari Korea Selatan mengecek konstruksi Jembatan Fisabillilah.. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Teknisi Korea terus memantau Jembatan Fisabilillah atau yang dikenal Jembatan Satu Barelang, Batam.

Korea International Cooperation Agency (KOICA) yang dipercaya oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendeteksi kerusakan jembatan di Indonesia.

KOICA melalui Korea Infrastruktur of Safety and Technology Corporation (KISTEC), yang mendapat proyek pengembangan kapasitas manajemen keselamatan infrastruktur Indonesia, itu tengah melakukan kajian di Jembatan Satu Barelang.

Hasil dari pengamatan dan penelitian tiga bulan belakangan ini, jembatan yang menghubungkan pulau Batam dan Galang itu memang sudah mulai rusak dan rapuh.

“Terutama pada bagian kabel-kabel penyangganya mulai banyak yang karatan bahkan ada beberapa yang putus,” kata salah satu petugas dari KRISTEC di lokasi Jembatan, Rabu (13/4).

Siang kemarin, puluhan petugas tersebut melakukan loading test pada sisi jembatan sebelah kanan dari arah Tembesi. Loading test berupa penempatan alat ukur kekuatan jembatan yang efektif dengan situasi kerusakan yang ada.

“Nanti kami analisa hasilnya agar warga dan pemerintah tahu, bahwa dengan kerusakan yang sudah ditemui ini, kapasitas jembatan hanya mampu muat sekian ton,” ujar petugas yang tak mau namanya disebutkan itu.

Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya over load beban di atas jembatan. “Selama inikan banyak orang belum tahu kalau jembatan mulai rapuh, kapasitasnyapun tak terbatas. Ini bisa berbahaya kalau tak segera dideteksi kemampaun daya tahan beban jembatan ini,” katanya.

Proses loading test ini, berlangsung sekitar 10 menit dan isi jembatan dikosongkan dari kendaraan apapun. “Makanya jalan ini sempat kami blokir tadi, tapi hanya 10 menit kok,” kata petugas itu.(eja/ray/jpnn)

Respon Anda?

komentar