Awas Baja KW, Bahaya untuk Konstruksi

804
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id –  Awas, ada baja KW. Pilih baja dengan standar nasional Indonesia (SNI).

“Saya mengimbau masyarakat menjadi konsumen cerdas yang bersikap kritis sebelum membeli dan mengonsumsi barang dan jasa yang dijual di pasar serta hanya membeli barang dan jasa yang memenuhi ketentuan,” tutur Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Syahrul Mamma kemarin (14/4).

Dia menduga, banyak produk baja tidak ber-SNI yang beredar di pasaran. Misalnya, yang ditemukan di pergudangan milik beberapa perusahaan swasta.

“Kami mengamankan 34.847 batang produk baja tulangan beton (BjTB) yang ditengarai tidak sesuai dengan persyaratan SNI wajib,” terangnya.

Syahrul menyebutkan, baja tidak ber-SNI tersebut ditemukan di dua tempat. Yaitu, pergudangan milik PT Srijaya Steel di Tangerang Selatan dan CV Gema Suplaindo di kawasan Ruko Mutiara, Cengkareng Timur, Jakarta.

“Pelaku usaha seharusnya makin memahami dan mematuhi ketentuan perundang-undangan. Ke depan, tidak boleh ada lagi produk seperti itu,” tegas dia.

Dia memastikan upaya memberikan jaminan perlindungan terhadap konsumen terus digencarkan karena diduga masih banyak produk yang tidak memenuhi ketentuan pemerintah beredar di pasaran.

“Pengawasan barang beredar akan terus dilakukan tanpa harus menimbulkan dampak negatif di pasaran,” katanya.

Pengawasan itu juga dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dan riil mengenai peredaran produk-produk tertentu. Dia menjamin bahwa pengawasan akan membuat konsumen terlindungi dari produk tidak ber-SNI. “Kita berusaha hindarkan risiko yang bisa terjadi,” ujar dia.

Syahrul menyatakan, pengawasan dapat meningkatkan daya saing.

“Pengawasan secara berkesinambungan mampu mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing dengan menghasilkan produk bermutu sesuai ketentuan yang berlaku serta menciptakan iklim perdagangan dalam negeri yang sehat dan kondusif,” tandasnya. (wir/c14/oki)

Respon Anda?

komentar