Basuki Tinjau Pembangunan Waduk Sei Gong, Diperkirakan Rampung Pertengahan 2018

853
Pesona Indonesia
Proyek pengerjaan waduk Sei Gong di kelurahan Sijantung, Galang. Foto: Ist
Proyek pengerjaan waduk Sei Gong di Kelurahan Sijantung, Galang. Foto: Ist

batampos.co.id – Menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meninjau proyek pengerjaan waduk Sei Gong di kelurahan Sijantung, Galang, Jumat (15/4) pagi. Basuki berharap agar proyek dari kementrian PUPR itu rampung sesuai masa kontrak kerja yakni pertengahan 2018 mendatang.

Saat ini proyek yang menelan anggaran APBN Rp 280 miliar itu, sedang dalam tahap awal pengerjaan awal berupa pembukaan akses lahan dan pengerukan lahan. “Ini baru mulai akhir 2015 lalu, masih tahap awal dan rampungnya pertengahan 2018 mendatang,” kata Basuki disela-sela acara tinjauan tersebut.

Pembangunan waduk Sei Gong tersebut dijelaskan Basuki, merupakan program strategis nasional dari pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kala melalui kementrian PUPR tahun tahun 2015 lalu untuk meningkatkan penyediaan air baku di kota Batam. “Ini proyek waduk ke 13 di Batam. 12 waduk lainnya langsung ke Badan Pengawasan (BP) Batam dan satu ini melalui kami (Kementrian PUPR), ” tutur Basuki.

Proyek ini bertujuan untuk menjawab krisis air baku di kota Batam serta mempersiapkan sumber dan cadangan air baku bagi rencana pengembangan kawasan industri baru di pulau Galang, kota Batam dan pulau-pulau lain di sekitarnya.”Waduk ini sistem tampung air dan kapasitasnya bisa mencapai 11,80 juta meter kubik,” tutur Basuki.

Kepada pihak pengawas yakni Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera IV di Kepri, Basuki berharap agar mampu mengembangkan tugas dan kepercayaan yang diberikan pemerintah dengan baik. “Bagaimanapun proyek ini punya tujuan yang strategis ke depannya. Batam sering defisit air, jadi ini bisa jadi penopang nantinya,” kata Basuki.

Kepala Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera IV di Kepri Agus Rudianto, mengatakan proyek waduk Sei Gong itu sesuai dengan jadwal kalender kerja memang akan rampung pada pertengahan 2018 mendatang.

Proyek waduk itu dipercayakan kepada PT Wika dan PT Sukses Krida Utam-KSO, selaku pihak pemenang tender dengan konsultan pengawas PT Virama Karya (Persero) Tbk dengan waktu pengerjaan 1.440 hari.

Waduk tersebut dibangun di daerah aliran sungai (DAS) dengan luas kebutuhan lahan sekitar 355,99 hektare. Daya tampung dari waduk itu 11,80 juta m3 dengan volume tampungan efektif 8,9 juta m3 dengan potensi penyediaan air baku 400 liter/detik. “Tiper waduk urungan tanah, dengan panjang 280 meter dan tinggi 12 meter,” ujar Agus.

Waduk ini nantinya akan menggunakan sistem tampung air dan pengoperasioannya seperti waduk-waduk lainnya di kota Batam melalui sistem penyaringan. “Tapi teknisnya itu nanti PDAM, kami hanya menyediakan air baku, pengolahan nanti diserahkan ke PDAM,” kata Agus. (eja)

Respon Anda?

komentar