Empat Tahun Kapal Sri Siantan Tak Beroperasi, Jadi Mubazir

970
Pesona Indonesia
Peresmian KM Sri Siantan dilaksanakan di Pelabuhan Pemda 2014. foto:syahid/batampos
Peresmian KM Sri Siantan dilaksanakan di Pelabuhan Pemda 2014. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Kapal Motor (KM) Sri Siantan bantuan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) 2013 silam hingga kini belum pernah beroperasi. Kapal Sri Siantan dibiarkan bersandar di Pelabuhan Antang, Anambas selama kurang lebih 4 tahun hingga mengalami kerusakan.

Pantauan di lapangan, kondisi badan kapal Sri Siantan yang terbuat dari kayu itu banyak yang retak, bagian lambung kapal atas yang tidak terendam air juga terlihat lapuk dan catnya sudah banyak yang mengelupas. Yang lebih mengejutkan lagi, banyak peralatan di dalam kapal itu yang hilang, diambil orang tak bertanggungjawab seperti TV, radio, jangkar, dan lainnya.

”Kalau tidak dirawat (kapal, red) pasti rusak. Biasanya pada saat panas kapal harus disiram, supaya kayunya tidak menyusut. Kalau menyusut, sambungan kapal jadi renggang dan terjadi kebocoran,” ungkap Erwan, warga Antang.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Anambas Masykur, mengaku, kapal tersebut sudah diperbaiki di Dusun, Kecamatan Siantan. Proses perbaikan dilakukan secara swakelola oleh masyarakat setempat.

Dikatakan Masykur, perbaikan dilakukan secara menyeluruh karena kapal banyak mengalami kerusakan. Ada beberapa kelengkapan kapal yang hilang seperti, jangkar kapal, tv, radio, dan lainnya, termasuk kamar yang ada di lantai dua kapal tersebut.

”Banyak peralatan yang hilang. Nanti akan dilengkapi lagi, termasuk kamar yang bocor juga akan diperbaiki,” ungkap Masykur, Kamis (14/4).

Setelah selesai, lanjut Masykur, pengelolaan kapal tersebut rencananya akan menyerahkan ke pihak ketiga. Namun yang pasti bukan Perusahaan Daerah (Perusda).

”Nanti akan diserahkan ke pihak ketiga. Tapi kita akan lihat dulu track record-nya,” janjinya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar