Gandeng Perbankan, BPJS Ketenagakerjaan Buka Pelayanan Sabtu-Minggu

2311
Pesona Indonesia

BPJS_Ketenagakerjaan_ilustrasibatampos.co.id – Mengantisipasi membludaknya jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan yang hendak mencairkan dana Jaminan Hari Tuanya, BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya dan Batam Sekupang melakukan terobosan pelayanan.

Salah satunya, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng mitra perbankan dalam pencairan dana JHT ke masyarakat. Di Batam sendiri, BPJS Ketenagakerjaan sudah menunjuk Bank BNI sebagai alternatif tempat pencairan dana JHT.
“Saat ini baru dua cabang Bank BNI di Batam yang bisa menjadi alternatif pilihan masyarakat yang ingin mencairkan dana JHT-nya selain di kantor BPJS sendiri. Pertama di BNI cabang Nagoya, dan keduanya di BNI Cabang Sekupang. Syaratnya pun tak ada bedanya, semua sama,” ujar kepala cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam-Nagoya, Ahmad Fathoni, Selasa (12/4/2016) sore.
Tak itu saja, masyarakat yang ingin mencairkan dana JHT nya melalui web, bisa langsung meng-kliek e-claim di web BPJS Ketenagakerjaan.
“Ini justru lebih simpel, tak perlu repot-repot datang ke kantor. Cukup foto semua persyaratan yang aslinya, langsung saja upload, otomatis sudah langsung kami terima. Kalaupun masih ada persyaratan yang kurang ataupun salah, akan ada balasan otomatis apa saja persyaratan yang harus dilengkapi via email balasan,” terang Ahmad.
Selama bulan Januari hingga akhir Maret 2016, BPJS Ketenagakerjaan area Sumatera Bagian Riau-Kepri sudah mencairkan dana JHT masyarakat sebesar Rp 275 miliar lebih.  Hal ini perlu diimbangi dengan kinerja karyawan dalam pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
Pada Bulan Mei mendatang, BPJS Ketenagakerjaan juga akan membuka loket pelayananannya di hari libur tepatnya Sabtu dan Minggu.
“Program ini kami namakan Weekend Service. Ini sudah berlangsung mulai bulan ini di BPJS Ketenagakerjaan Batam-Sekupang. Program ini akan berakhir pada bulan Juni atau tepat saat puasa Ramadan nanti. Minggu pertama pada bulan depan yang buka weekend service adalah kami BPJS Batam-Nagoya. Kemudian di minggu ke tiga kembali ke BPJS Batam-Sekupang,” kata Ahmad.
Sementara itu, untuk meningkatkan jumlah kepesertaan dari sektor mandiri (bukan penerima upah), BPJS Ketenagakerjaan Batam-Nagoya mencoba turun mensosialisasikan programnya ke kelurahan-kelurahan di Batam. Untuk awalnya, atau sebagai pilot projectnya, dipilih Kelurahan Batumerah Batuampar.
“Kami mencoba menawarkan dan mensosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan ke para ketua RT-RW di kelurahan yang ada di Batam. Kalau misalnya, Ketua RT-RW nya saja mau jadi peserta, pastinya lebih mudah untuk mengajak warganya,” ujar manajer pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Batam-Nagoya, Rini Suryani.
Selain menjaring jumlah peserta, sosialisasi oleh BPJS Ketenagakerjaaan ini untuk memberi pemahaman ke masyarakat pekerja penerima upah maupun non penerima upah agar bisa terlindungi ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Khusus di Batumerah sendiri akan dijadikan pilot project kepesertaan tenaga kerja bukan penerima upah di Kota Batam. Hadir dalam kesempatan tersebut Lurah Batu Merah Elfitri Gustati didampingi Ketua LPM Dasuki.
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan secara simbolis Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja, dimana Jaminan Kematian diberikan kepada Ahli Waris REHLITNA senilai Rp. 25.502.580 dan Jaminan Kecelakaan Kerja kepada Rama Setiawan senilai Rp. 208.399.600,-.
BPJS Ketenagakerjaan yang telah beroperasi penuh mulai 1 Juli 2015 menyelenggarakan 4 (empat) program, Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Pensiun. (gas)

Respon Anda?

komentar