Mengenal Samaun Samadikun melalui Google

1206
Pesona Indonesia

Samaun Samadikunbatampos.co.id – Bukalah google.com. Wollaaa…. muncul gambar atau yang disebut doodle bergambar sosok pria bernama Samaun Samadikun.

Yup, ia pria asal Indonesia bergelar profesor. Hari ini (15/4/2016) ia berulang tahun yang ke-85.

Ya, dia bukan orang sembarangan. Karya-karyanya sudah dikenal para ilmuwan di dunia. Banyak orang menyebutnya Bapak Mikroelektronika Indonesia.

Prof. Dr. Samaun Samadikun sendiri lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 15 April 1931. Semasa hidupnya, ia merupakan salah seorang dosen di Institut Teknologi Bandung.

Pria yang dikenal karena kepribadian dan sikapnya yang sangat sederhana dan bersahaja ini awalnya menjadi mahasiswa Jurusan Teknik Elektro di ITB pada 1950 dan lulus sebagai insinyur.

Kemudian, ia pun melanjutkan kuliahnya di Universitas Standford, Amerika Serikat, dan lulus dengan gelar M.Sc pada 1957. Gelar Ph.D. pun diraihnya tahun 1971 dalam bidang teknik elektro di Universitas yang sama.

Pada 1975, Universitas Standford juga menjadi saksi keberhasilan Prof Samaun. Bersama K.D Wise, Samaun berhasil menciptakan sebuah paten “Method for forming regions of predetermined in silicon” dengan nomor US Patent No 3,888,708.

Sementara itu, saat bertugas di ITB, ia pernah menjabat sebagai ketua Jurusan Teknik Elektro periode 1964-1967. Prof Samaun juga merupakan pendiri sekaligus menjabat direktur pertama dari Pusat Antar Universitas (PAU) Mikroelektronika di ITB tahun 1984-1989.

Selama menjadi dosen di ITB, suami dari Roesdiningsih ini juga sempat mengambil cuti karena dirinya mendapatkan tawaran jabatan sebagai Direktur Binsarak DIKTI dari pemerintah pada tahun 1973 hingga 1978. Dan, pada 1989-1995 Prof. Dr. Samaun Samadikun diangkat menjadi ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Setelah masa jabatan di LIPI berakhir, bapak dari dua anak ini pun akhirnya memutuskan untuk kembali mengajar di ITB. Pada tahun 2004, Samaun mulai menderita sakit namun berhasil menjalani operasi di Perth Australia.

Sekembalinya dari Perth, dia pun kembali aktif mengajar seperti sediakala. Namun, penyakit yang sama kembali menyerangnya pada bulan September 2006 hingga akhirnya beliau meninggal dunia. (fab/JPG)

Respon Anda?

komentar