Musa Juara 3 MHQ Internasional di Mesir, Juri pun Menangis

2166
Pesona Indonesia
Ulama dan dewan juri foto bareng dengan Musa, peserta Musabaqah Hifzil Quran (HFQ) Internasional di Mesir. Foto: istimewa
Ulama dan dewan juri foto bareng dengan Musa, peserta Musabaqah Hifzil Quran (HFQ) Internasional di Mesir. Foto: istimewa

batampos.co.id – Penghafal Quran cilik asal Indonesia, Musa (8 tahun), meraih peringkat ketiga di Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional kategori anak-anak 30 Juz yang digelar di Sharm El-Sheikh, Mesir, pada 10-14 April 2016.

Laman berbahasa arab iqna.ir memberitakan, Musa yang mewakili Indonesia memperoleh nilai 91,17.

Sementara peringkat pertama diraih Ala Muhammad (9 tahun) dari Provinsi Buhairah dengan nilai 98,58. Kemudian peringkat kedua diraih Bilal Muhammad Sayyid (10 tahun).

Meski hanya meraih juara ketiga, namun torehan prestasi itu terbilang luar biasa, mengingat jumlah peserta MHQ Internasional Sharm El-Sheikh untuk semua cabang mencapai 80 orang dari 60 negara.

Musa merupakan utusan Indonesia satu-satunya yang berpartisipasi pada perlombaan tersebut.

Musa ikut lomba cabang Hifz Alquran 30 juz untuk golongan anak-anak, dan merupakan peserta paling kecil di antara seluruh peserta lomba, karena peserta lainnya berusia di atas sepuluh tahun.

Seperti peserta lomba cabang Hifzil Quran golongan anak-anak lainnya, Musa diminta untuk menuntaskan enam soal, yang berhasil dilalui Musa dengan tenang, tanpa ada salah maupun lupa.

Lancarnya bacaan dan ketenangan Musa dalam membawakan ayat-ayat Alquran yang ditanyakan membuat Ketua Dewan Juri Sheikh Helmy Gamal meneteskan air mata. Ketika Musa berhasil menuntaskan soal pertama dengan apik, Ketua Dewan Juri berkomentar.

“Subhanallah, ini adalah salah satu keajaiban Alquran! Walaupun ia tidak bisa berbahasa Arab tapi ia bisa membacanya dengan sempurna.”

Setelah itu, ia tidak lagi berkata-kata sampai Musa menuntaskan keseluruhan soal dengan sempurna tanpa ada salah maupun lupa. Juri yang lain menegaskan, “Luar biasa, sama sekali ia tidak pernah terhenti, atau terbata-bata.”

Decak kagum terhadap penampilan Hafiz Cilik Indonesia tidak hanya ditunjukkan oleh dewan juri dan para hadirin. Para peserta yang menjadi saingan Musa pun menunjukkan decak kagum kepada utusan Indonesia tersebut.

Setelah tampil, Musa langsung diserbu oleh oleh para hadirin untuk berfoto dan mencium kepalanya sebagai bentuk takzim sesuai budaya masyarakat Arab.

Tak mau ketinggalan, Dewan Juri dan panitia dari Kementerian Wakaf Mesir ikut pula meminta Musa untuk berfoto dengan mereka.

Pada acara penutupan, Menteri Wakaf Mesir Prof Mohamed Mochtar Gomaa memanggil Musa ayahnya secara khusus. Pada kesempatan tersebut Menteri Gomaa atas nama Pemerintah Mesir mengundang Musa dan Ustaz Hanafi pada peringatan Malam Lailatul Qadar yang diadakan pada Ramadan mendatang.

Lauti Nia Sutedja, Kordinator Fungsi Pensosbud KBRI Cairo menuturkan, delegasi cilik Indonesia, Musa, telah berhasil meningkatkan kecintaan bangsa lain terhadap Indonesia.

Nama Musa terkenal hingga ke mancanegara setelah mengikuti dan meraih juara pertama program Hafiz Indonesia 2014 di RCTI. (nur/republika)

Respon Anda?

komentar