Natuna for the World, Konsep Pengembangan Natuna Versi Danlanal Ranai

965
Pesona Indonesia
Ikan napoleon, salah satu kekayaan yang dimiliki Natuna. foto:dok
Ikan napoleon, salah satu kekayaan yang dimiliki Natuna. foto:dok

batampos.co.id – Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Arif Badrudin menyebutkan pihaknya membuat konsep Natuna for the World (Natuna untuk Dunia). Konsep ini fokus pada sejumlah kekayaan alam Natuna yang berpotensi dilirik di kancah internasional.

Konsep tersebut berdasar pada hasil analisa yang menyasar tiga fakta yang ada di Natuna, yakni potensi ikan napoleon, potensi letak geografis Natuna sebagai jalur pelayaran internasional dan potensi benda purbakala dan kapal tenggelam.

“Tiga hal ini sudah jelas laku dan diperlukan internasional. Napoleon sudah merambah asing, kapal tenggelam juga diperlukan sumbangan sejarah internasional, jalur pelaut masa lalu,” kata Danlanal di kantornya, Rabu (14/4).

Menurutnya, ketiga potensi ini jarang dimiliki oleh daerah lain. Kakayaan dimiliki semestinya bisa menjadi mobilisator bagi Natuna untuk mendongkrak kesejahteraan dan kemakmuran serta go internasional seperti kemakmuran dan ketenaran daerah maupun negara lain di kancah internasional.

“Jika daerah lain kaya dan terkenal dengan hasil alamnya yang tidak di miliki negara lain, lantas Natuna punya napoleon tidak dimiliki negara lain. Atau dengan kapal tenggelamnya, dengan jalur pelayarannya yang ramai ini. Jika orang lain bisa, kenapa Natuna tidak,” tegasnya lagi.

Karenanya, konsep Natuna for World disusun dan diusulkan sebagai bagian dari upaya untuk mendorong pemerintah agar memberikan kemudahan dan peluang bagi masyarakat setempat dalam mengeksploitasi kekayaan alamnya sebagai satu kesejahteraan dan kemakmuran dengan cara yang benar.

“Kita ingin ada kemudahan bagi masyarakat dan pengusaha untuk mengelola kekayaan alamnya. Dan kita juga mendorong pemerintah untuk mengembangkan potensi dimiliki,” paparnya.

Konsep Natuna for World sudah dipaparkan Kolonel Arif di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kementerian pun menyambut baik konsep itu. Natuna bisa dijadikan pusat studi pengembangan ikan napoleon. Bisa menjadi contoh negara lain.

Bahkan khusus untuk ikan Napoleon, ekspornya yang semulanya dimoratorium oleh pemerintah kini akan segera dibuka kembali agar masyarakat bisa menjual ikan napoleon ke luar negeri.

“Alhamdulillah sambutan Menteri bagus. Beliau sudah merespon. Dalam waktu dekat ini peluang ekspor ikan napoleon dibuka lagi, kuotanya pun akan ditambah, pertahun hanya 2.000 ekor, bisa 2.000 pertahun,” ungkapnya.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar