Nurdin Bertekad Tuntaskan Masalah Konektivitas di Kepri

576
Pesona Indonesia
Wakil Gubernur Kepri saat membuka Musrenbang Provinsi Kepri. foto:humas pemprov
Wakil Gubernur Kepri saat membuka Musrenbang Provinsi Kepri. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Kepri yang digelar di Aula Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (14/4) tanpa disaksikan perwakilan rakyat Provinsi Kepri yang duduk di DPR RI. Meskipun demikian, Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun bertekad untuk menuntaskan persoalan konektivitas di Provinsi Kepri.

Dikatakan Nurdin, rencana pembangunan Tahun Anggaran (TA) 2017 mendatang tetap memprioritas pembangunan untuk penuntasan konektivitas di Provinsi Kepri. Karena konektivitas adalah kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu adalah menyangkut pendidikan dan kesehatan

“Apapun rencana yang kita buat harus ada pedoman bagi masyarakat. Katakanlah pelabuhan, artinya arus barang dan orang lancar,” ujar Nurdin kepada wartawan usai membuka resmi Musrenbangprov yang ditaja oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kepri tersebut.

Menurut Nurdin, selain pelabuhan kendala lain yang dihadapi Provinsi Kepri adalah terbatasnya sarana transportasi laut seperti kapal perintis. Masih kata Nurdin, sudah ada pertanyaan dari Kemenhub yang akan membantu Kepri dua kapal lagi. Ia berharap aktivitas transportasi kapal perintis bisa ditempuh empat hari sekali.

“Sekarangkan setengah bulan sekali. Tentu sangat tidak seimbang. Saya yakin apabila transprotasi lancar, Natuna, Anambas akan berkembang lebih cepat,” ucapnya.

Ditambahkannya, kegiatan-kegiatan strategis nasional akan dikomunikasikan secara politik dengan pemerintah pusat. Apalagi cita-cita Presiden ingin menjadi Poros Martim Dunia. Tentu dalam hal ini, tidak bisa dipisahkan kalau Provinsi Kepri juga memegang peran penting untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

“Apa yang harus kita kerjakan adalah baik investasi, pariwisata, sistem perekonomian di Provinsi Kepri berjalan dengan sebaik-baiknya,” tegas Nurdin.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kepri, Naharuddin yang mendampingi Wagub dalam kesempatan itu mengatakan, prioritas anggaran tetap mengacu pada 20 persen untuk pendidikan, 10 persen untuk kesehatan. Disebutkannya juga, kelanjutan pembangunan Bandara Letung, Bandara Tembelan, Jalan Nasional di Kepri akan tetapi didorong untuk mendapatkan APBN nantinya.

“Pendidikan masih yang terdepan sektor penganggarannya. Sedangkan untuk infrastruktur dasar lainnya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran tentunya,” ujar Nahar menambahkan.

Berdasarkan absensi kepersertaan, untuk kepala daerah hanya dihadiri Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Walikota Batam, Rudi, Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Bupati Lingga, Alias Welo, dan Bupati Anambas, Wan Zuhendra. Sementara tidak terlihat adanya Bupati Bintan, Apri Sujadi dan bupati Natuna, Ilyas Sabli.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar