Operasi Pemisahan Rahma dan Rahmi Menunggu Berat Ideal

848
Pesona Indonesia
Pihak Rumah Sakit RS Camatha Sahidya Panbil memindahkan bayi dempet atas nama Rahma dan Rahmi ke dalam mobil ambulan untuk dipindahkan ke RS Awal Bros untuk diproses operasi, Rabu (14/4). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Pihak Rumah Sakit RS Camatha Sahidya Panbil saat memindahkan bayi dempet atas nama Rahma dan Rahmi ke dalam mobil ambulan untuk dipindahkan ke RS Awal Bros untuk diproses operasi, Rabu (14/4) lalu. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Bayi kembar siam pasangan Junaidi Bakri Ratu Loli dan Warmin Bahrudin mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB). Kondisinya tengah distabilkan hingga layak operasi.

“Kami fokus menaikkan berat badannya,” kata Manager Pengembangan Bisnis RSAB, dr Shinta Trilusita, MARS.

Kedua bayi yang bernama Rahma dan Rahmi ini harus memiliki berat badan, minimal, sepuluh kilogram. Usia mereka pun harus sudah sepuluh minggu. Syarat lainnya, laju haemoglobin mereka 10 gr/dl.

Syarat tersebut mutlak dimiliki untuk mendapatkan hasil maksimal. Meskipun, di Swiss, pernah berlangsung operasi pemisahan bayi kembar yang masih berusia delapan hari. Tim dokter mengambil keputusan operasi mengingat kondisi kedua bayi tersebut memburuk. Beruntung, meski awalnya tingkat keberhasilan hanya satu persen, operasi tersebut berlangsung lancar.

“Awal Mei nanti, tim dokter dari RSUD Dr Soetomo Surabaya akan datang untuk melakukan survei,” ujar Dokter Spesialis Anak RS Camatha Sahidya, dr Sarita Miguna.

Saat ini, Tim Dokter Kembar Siam telah dibuat. Isinya, tim dokter dari Batam dan Surabaya. Tim dokter dari Batam diketuai Dokter Spesialis Anak RSAB dr Indrayanti. Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana bertanggung-jawab atas tim ini.

“Kami masih terus berkoordinasi satu sama lain,” tutur dr Sarita Miguna. (ceu)

Baca juga:

Mei, Operasi Kembar Siam Rahma – Rahmi Dilakukan di Batam Dibantu Dokter Surabaya

Respon Anda?

komentar