Pejabat Penting Diduga Menjadi Otak Penyelewengan Bansos di Natuna

2172
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Kasus Korupsi Bansos Natuna yang merugikan negara senilai Rp 3,250 miliar, ternyata menyeret pejabat penting di Natuna. Polisi menduga, dalam proses pencairan dan permintaan proposal ini M Nazir selaku Ketua LSM BP Migas tak sendirian. Ada pihak-pihak yang menunggangi M Nazir. Bisa dibilang Nazir hanyalah pion di lapangan untuk mendapatkan dana bansos tersebut.

“Minggu ini, kami akan ciduk lagi satu orang yang terlibat korupsi dana bansos ini,” kata Direktur Direktorat Reserese Kriminal Khusus Kombes Pol, Budi Suryanto, kemarin.

Ia mengatakan aksi yang dilakukan oleh Nazir cukup berani, sebab selama 2011, 2012 dan 2013 LSM nya selalu mendapatkan dana bansos. Walau dalam pelaporannya, Nazir tak bisa mempertanggungjawabkan kemana dana tersebut digunakan. Tapi kenyataanya, tiap tahunnya, Nazir selalu mendapatkan kucuran dana dalam jumlah yang fantastis.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Arif Budiman, enggan mengungkapkan bahwa ada bekingan yang kuat dibelakang Nazir. Sehingga ia dapat berkali-kali lolos dari jeratan hukum, dan terus mencairkan dana bansos tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas. “Tunggu saja tanggal mainnya,” ujar Arif sembari tersenyum.

Apakah yang akan menjadi tersangka selanjutnya itu adalah mantan orang nomor 2 di Natuna? Arif tetap bersikukuh, bahwa belum bisa mengungkapkan target selanjutnya pihak kepolisian. “Satu persatu dulu, nantilah” ungkapnya.

Saat ditanyakan apakah aliran dana bansos Natuna tersebut, juga mengalir dalam pemilu yang baru saja bergulir. Mengenai hal ini, dengan tegas Arif mengungkapkan pihaknya belum melakukan penyelidikan sampai arah sana. Namun nantinya, ia akan mencoba menelusuri aliran dana tersebut. “Kami akan lakukan pengecekan dulu, kemana saja uang tersebut mengalir,” ucapnya.

Ia mengungkapkan modus yang dilakukan oleh Nazir, adalah dengan meminta dana agar dapat meningkat DBH Migas. Tapi semua itu, hanyalah akal-akalan saja dari Nazir. “Hal ini menguatkan adanya persekongkolan terjadi,” tuturnya. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar