Batam Tourism Polytechnic Siap Cetak Tenaga Kerja untuk Kapal Pesiar

3318
Pesona Indonesia
Pemilik Batam Tourism Polytechnic, Asman Abnur (kanan) dan President/CEO CTI Group Worldwide Service Inc, Robert Upcurch (kiri), menandatangani nota kesepahaman pusat pelatihan dan penyalur tenaga kerja kapal pesiar ke seluruh benua, Jumat (15/4). F. Yusuf Hidayat/Batam Pos
Pemilik Batam Tourism Polytechnic, Asman Abnur (kanan) dan President/CEO CTI Group Worldwide Service Inc, Robert Upcurch (kiri), menandatangani nota kesepahaman pusat pelatihan dan penyalur tenaga kerja kapal pesiar ke seluruh benua, Jumat (15/4). F. Yusuf Hidayat/Batam Pos/JPG

batampos.co.id – Batam Tourism Polytechnic (BTP) siap mencetak tenaga kerja untuk berkarya di kapal pesiar. Tertarik? Gajinya besar loh…

Kesiapan itu dimulai dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan CTI Group Worldwide Service Inc, sebuah perusahaan agen penyalur tenaga kerja kapal pesiar terbesar dunia yang berbasis di Amerika Serikat.

BTP diwakili oleh pemiliknya, Asman Abnur dan CTI diwakili President/CEO CTI Group Worldwide Service Inc, Robert Upcurch, 60, di kampus BTP, Tiban Ayu, Sekupang, Batam, Kepri, Jumat (15/4).

Sebelumnya, Robert Upcurch yang akrab disapa Bob itu datang bersama Liam Stapleton, wakilnya yang membidangi SDM/Business Development, dan tiga direktur CTI perwakilan Jakarta, Yogyakarta dan Bali, 27 Februari lalu. Namun, kali ini Bob membawa serta 25 agen CTI dari AS, Bangkok, Malaysia dan Indonesia (Jakarta, Bali dan Yogyakarta).

MoU ini menegaskan kerjasama antara CTI dan BTP, dimana BTP akan menjadi pusat pelatihan dan penyalur tenaga kerja siap pakai di Asia. Bob menyatakan ada dua poin penting dalam MoU tersebut, yaitu sebagai langkah percepatan penyaluran tenaga kerja siap pakai dan pusat pelatihan bidang kapal pesiar (cruise).

Untuk kurikulumnya digodok oleh Chief Learning Officer CTI, Juan Carlos Trueba. Sementara tenaga pengajarnya dari CTI dan BTP. Belajar teori selama enam bulan dan praktik di hotel enam bulan. Ada beberapa posisi yang dicari, seperti house keeping, loundryman, taylor, bagian mesin, pelayan, koki, hingga petugas sanitasi. Bahkan fotografer juga ada.

“Gajinya mulai dari 800 sampai 3.000 USD per bulan, tergantung posisinya,” ujar Bob.

“Kalau menguasai lebih banyak bahasa, gajinya akan lebih tinggi, misalnya Inggris dan Mandarin, Inggris dan Italia, Inggris dan Jerman, atau Inggris dan Spanyol,” imbuhnya.

Bob menyatakan lulusan BTP ini akan disalurkan ke 180 kapal pesiar kelas internasional mitra CTI di seluruh benua.

“Tiga tahun kedepan akan bertambah menjadi 350 kapal. Semuanya kelas internasional,” kata Bob.

Pemilik BTP Asman Abnur menyambut baik MoU ini. Baginya ini merupakan tantangan yang harus dihadapi dan menjadi peluang bagi pekerja Batam-Kepri khususnya dan Indonesia pada umumnya. “Kita gak perlu minder lagi dengan negara-negara tetangga. Jangan takut dengan MEA, MEA adalah peluang kita,” kata Asman.

Baginya, MoU ini adalah mimpinya yang jadi kenyataan. “Saya tidak mau lagi orang Indonesia yang bekerja di luar negeri jadi pembantu. Saya bilang ke pak menteri (Menteri Tenaga Kerja) agar jangan ngirim pembantu lagi ke luar negeri, dan sekarang ada aturan itu,” tutur anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi tenaga kerja itu di hadapan tamunya.

Asman berharap tenaga kerja Indonesia punya skill yang mumpuni. “Inilah (BTP) jawabannya, sekolah yang tidak berorientasi gelar tapi setelah lulus punya keahlian. Kedepan kita dihargai oleh dunia karena SDM Indonesia punya skill yang mumpuni terutama di bidang hospitality.”

Asman optimis BTP akan menjadi kampus berskala internasional, dengan fasilitas dan SDM yang dimiliki. “Kini tinggal boarding (tempat tinggal)-nya aja yang belum,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur BTP, Muhammad Nur A Nasution, mengatakan CTI telah berkantor di BTP, sebagai pusat CTI di Asia.

“Ini membuka peluang untuk anak bangsa. Anak Kepri ayo go international, jangan berpikir lokal,” kata Nur.

Lanjut Nur, adapun yang ingin berkarir di kapal pesiar, harus punya sejumlah persyaratan, diantaranya aktif berbahasa Inggris, pendidikan minimal SMA, dan usia minimal 20 tahun dan maksimal 35 tahun. (ryh/ray/jpnn)

Respon Anda?

komentar