Beraktivitas Tidak Sesuai Izin, Kapal Berawak WN China Diamankan di Lingga

804
Pesona Indonesia
Kapal Armada Slavege 8 berawak WN China diamankan  di perairan Dabo Singkep. foto:wijaya satria/batampos
Kapal Armada Slavege 8 berawak WN China diamankan di perairan Dabo Singkep. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Bupati Lingga Alias Wello menunggu proses tindakan lanjut terhadap seluruh awak kapal Armada Slavege 8 yang saat ini telah ditarik dan berada di perairan Dabo Singkep. Kapal berawak warga negara asing, asal Fujian, China, ini didapati melakukan aktivitas di perairan Kabupaten Lingga, dan tidak sesuai dengan izin yang mereka kantongi.

“Hingga saat ini kami menunggu proses hukum terkait awak kapal dan kapal terebut,” ujar Bupati yang sering disapa Awe itu kepada Batam Pos (group batampos.co.id), Kamis (14/4) pagi.

Awe menuturkan, setelah proses penahanan dan penghentian aktifitas kapal canggih itu oleh warga Tokoli, dia langusng menggelar rapat koordinasi beserta jajaran SKPD terkait. Hasil rapat tersebut telah memutuskan untuk melakukan laporan terhadap aktifitas kapal tersebut kepada Menkopolhukam yang diterima oleh Divisi III.

Selain itu, Awe menegaskan kalau surat itu juga ditebuskan kepada Kapolda Kepri, Gubernur Kepri, Pangarmabar dan Dirjen Imigrasi. Karena diatas kapal tersebut terdapat 18 warga negara asing asal Fujian, China.

“Pengakuan nakhoda kapal warga negara asing yang terkait ada 28 orang,” kata Awe.

Lebih lanjut, Awe juga menanyakan kegiatan sepuluh warga asing lainnya tidak berada di atas kapal saat itu. Menurutnya perlu diwaspadai terhadap kesepuluh warga asing yang tidak ada di kapal itu, karena masih ada ketegangan antara Indonesia dan China di Laut Natuna.

“Bisa saja mereka menjadi mata-mata,” ujar Awe.

Hingga sat ini, kapal Armada Slavege 8 telah ditarik ke perairan Dabo Singkep. Hal ini dilakukan karena tidak terjaminnya penjagaan di perairan Selat Pintu serta kondisi arus yang kuat dikhawatirkan terjadi sesuatu yang mengkibatkan kapal tersebut tidak aman.(wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar